Langsung ke konten utama

APA YANG MEMBUAT SIKAP BURUK (terhadap perubahan) ?

Tidak ada sesuatu yang tetap, kecuali perubahan itu sendiri. Begitulah kira-kira ungkapan yang sering kita dengar.
Segala sesuatu berubah. Dunia inipun selalu berubah. Menuju kemanakah ia ?

Jika segala sesuatu tidak bersifat tetap, lalu bagaimana kita menghadapi berbagai perubahan itu ? Apakah kita akan diam saja ?

Kita dihadapkan pada berbagai tantangan yang kadangkala membuat kita takut untuk melangkah, serta mencari-cari alasan untuk tidak memilih dan menghadapinya. Seringkali kita tidak mau meninggalkan keadaan yang sudah nyaman menurut kita. Beberapa pangalaman buruk atau kekhawatiran dapat membuat kita demikian.

Keith Harrell dalam bukunya,”Attitude is Everything“ menyatakan bahwa ada 3 P yang menyebabkan sikap buruk saat menghadapi tantangan. Sebaiknya diingat bahwa tantangan tidak bersifat :

1. Permanen
Tantangan tidak berlangsung selamanya.
Beberapa waktu lalu, teman-teman saya merasa sangat bahagia karena telah berhasil menyelesaikan pendidikannya. Beberapa hari kemudian, ada teman yang kehilangan salah satu anggota keluarganya. Ia merasa sungguh sangat kehilangan orang yang sangat dicintai.
Saat kegembiraan datang, kita takut bahwa kegembiraan tidak akan berlangsung lama, sedangkan saat kita mengalami sesuatu yang buruk atau menghadapi rintangan, seolah-olah kita merasa tidak mampu menghadapinya. Mengapa kita tidak menikmati saat-saat yang baik dan meninggalkan saat-saat yang buruk ? Kita dapat berproses untuk pulih dari keadaan yang buruk dan menganggapnya sebagai suatu pelajaran.

2. Penghancur segala sesuatu
Tantangan tidak akan menghancurkan seluruh hidup kita.
Saya pernah mengikuti seleksi IPHO (International Physics Olympiad) di tingkat SMU. Waktu itu saya dan 2 orang teman satu sekolah bersama-sama dengan siswa-siswa dari sekolah lain mengikuti seleksi di gedung Departemen Pendidikan. Teman-teman saya yang lain juga mengikuti olimpiade pada bidang yang berbeda yaitu IMO dan ICO.
Seminggu kemudian, hasil seleksi diumumkan. Peringkat I IPHO diraih oleh juara bertahan tahun sebelumnya, peringkat II diraih salah seorang teman sekolah, sementara saya menduduki peringkat III. Saya melihat teman-teman saya yang mendapat peringkat I, II, dan III pada bidang yang berbeda (IMO dan ICO) dinyatakan lolos ke tahap berikutnya. Namun, saya kaget karena untuk bidang yang saya ikuti, hanya diambil hingga peringkat II saja. Awalnya saya berpikir, impian saya sudah kandas di sini. Hal itu sering terpikir, apalagi saat memperhatikan teman-teman melaju ke tahap selanjutnya.
Namun, saya tidak mau berhenti di sana. Baiklah, aku tidak bisa lolos di sini, maka aku akan mencoba yang lain. Ternyata, peristiwa tidak lolos dalam seleksi itu dapat membantu saya lebih fokus ke sekolah. Dan, akhirnya saya berhasil menang di sana.
3. Personal
Kita bukanlah satu-satunya orang yang mengalami tantangan/ hal buruk. Kita sering merasa bahwa kita tidak seberuntung orang lain. Mengapa ini terjadi pada saya ?
Padahal kalau kita perhatikan, orang yang kita anggap lebih beruntung sebenarnya juga mempunyai banyak kesulitan hidup. Mereka juga mengalami banyak tantangan, namun mereka berhasil mengatasinya. Tantangan bersifat universal. Lebih baik kita menghadapi segala tantangan dan mengembangkan ketrampilan yang dibutuhkan untuk menjadi maju dan lebih baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidroponik trial 300520, 030620, 070620, 160620

Sekedar untuk menyimpan. Ini adalah dokumentasi foto-foto hidroponik yang diambil di Mei-Juni 2020. Beberapa tanaman masih trial awal, jadi hasilnya belum memuaskan.  Maaf jika tampilannya masih belum rapi. No. 1-7 = Foto 300520, 030620, 070620, 160620 secara berurutan. 1. Sawi Samhong, masih trial, awalnya kurang cahaya matahari.        2. Sawi (kalau tidak salah), masih trial, awalnya kurang cahaya matahari.       3. Pakchoy & sawi (mix)     4. Pakchoy     5. Pakchoy   6.     (- belum difoto lagi) (-sudah dipanen) 7.   (blm difoto lagi)    (- sudah dipanen) 8. Foto hidroponik 070620, 160620 = A.    B.     C.  (pindah tanam 1 Juni 2020) D.  (pindah tanam 6 Juni 2020) E.       (ini adalah sisa-sisa trial yang belum berhasil ter...

Watukodok dan OLI

Jogja mempunyai begitu banyak tempat wisata, termasuk wisata pantai. Kalau ditanya, pantai apa saja yang Anda tahu di kota pelajar ini? Pasti kata pertama adalah Parangtritis. Ya, memang tidak salah karena Parangtritis memang pantai yang cukup terkenal di sana. Mungkin ada juga yang menyebutkan pantai Depok, Baron, Kukup, Drini, atau Indrayanti. Empat yang disebut terakhir adalah beberapa pantai indah dari sekian banyak pantai di Gunungkidul. Kali ini saya akan mencoba berbagi tentang sesuatu yang menarik di antara pantai-pantai indah itu, di mana 29 Juni 2014 yang lalu saya berkesempatan berkunjung ke sana. Berangkat dari Jogja, mbah Cokro “setres”, mengantar kami menuju pesisir selatan Gunungkidul.  Kami melewati perbukitan yang penuh tanjakan dan turunan tajam, serta kelokan-kelokan yang sepertinya tak ada habisnya. Persis di bukit Patuk, di sisi sebelah kanan jalan tampak view Jogja dari atas. Barisan rumah penduduk, persawahan, pepohonan, jalan-jal...

Begini cara membuat tablet

Hey friends... Kali ini saya akan berbagi sedikit ilmu tentang cara membuat tablet. Ya, tablet. Tapi tolong jangan dulu berpikir tentang prosesor, RAM, memori intenal, resolusi kamera, dimensi layar, dsb. Singkirkan segala yang berhubungan dengan gadget karena yang akan saya bicarakan di sini adalah tablet yang biasa kita minum kalau sedang sakit. Pada umumnya, sebagian besar tablet mengandung lebih sedikit bahan aktif jika dibandingkan bahan penolongnya (baca: eksipien). Sebagai contoh, misalnya tablet CTM 4 mg dibuat menjadi tablet dengan bobot total 1 0 0 mg. Mengapa begitu? Volume 4 mg CTM itu sangat kecil, kira-kira hanya ½ dari sebutir beras. Bisa dibayangkan, bagaimana cara mencetak serbuk sesedikit itu. Oleh karena itu lah ditambahkan eksipien agar jumlahnya mencukupi untuk bisa dicetak. Di sini kita akan menggunakan salah satu metode pembuatan tablet dengan cara granulasi basah. Apakah itu? Secara sederhana, granulasi adalah proses untuk menghasilkan granu...