Dari pengalaman, kita tahu bahwa stres memang sulit kalau tidak boleh dibilang mustahil untuk dihindari. Sikap pro aktif dengan merencanakan respon sebelum sesuatu terjadi merupakan salah satu cara mengatasi stres tersebut. Kita akan mengantisipasi segala sesuatu sebelum semuanya terjadi. Meskipun saya tidak menyangka hari akan hujan, saya telah siap dengan jas hujan. Dan meskipun tidak menyangka kendaraan akan macet di tengah perjalanan, saya telah siap dengan peralatan penolong. Kesiapan akan membantu kita menghadapi situasi tak terduga dengan tingkat stres yang minimal. Stres perlu dikelola dengan baik agar tidak mengganggu kesehatan mental kita.
Masa-masa ujian merupakan salah satu saat yang bisa menimbulkan stres. Ketika nama penguji ujian telah diumumkan, saya segera mengetahui bahwa saya akan menghadapi sesuatu yang tidak mudah. Namun, saya yakin saya bisa. Saya kembali mengulang-ulang afirmasi itu hingga satu hari menjelang ujian dilaksanakan. Ya, aku bisa melalui ini. Ini tidak akan menghentikan langkahku. Saya tidak menyangka bahwa pada hari tersebut dilakukan penggantian penguji karena memang saya rasa tidak mungkin. Tetapi, begitulah kejadiannya. Wow, begitu gumam saya.
Ketika banyak orang mulai kesal atas kejadian ini, mengeluh kepada petugas yang saya rasa tidak bisa berbuat apa-apa, karena hal itu bukan merupakan maksud dan kewenangan petugas, saya menghadapinya dengan sesuatu yang berbeda.
Luar biasa, bahwa satu hari sebelum ujian dilaksanakan, penguji saya diganti. Ini berarti saya harus ganti strategi. Tapi ingat, waktunya tidak banyak. Saya mencoba mengatasi hal tersebut dengan kembali mengulang afirmasi itu. Saya bisa melalui ini. Saya mengantisipasi stres tersebut dengan mempersiapkan segala sesuatu sebelum semuanya terjadi. Saya telah mempersiapkan ujian ini jauh hari sebelumnya, bahkan sebelum pengumuman ujian. Saya telah membawa kotak peralatan stres. Saya mencoba mengatasinya dengan stres yang minimal.
Komentar
management stres..
yup..
mgkn aku org yg tidak bisa terlihat tenang saat stress..
shgga ketika aku stress, dunia bs saja tau sebelum ada sepatah kata keluar dari diriku...
aku bukan orang yg bs mencampuradukkan sgl sesuatu..
km bisa saja melihatku santai saat beberapa menit ini, tp nanti setelah dimensi waktu berputar sedikit saja, aku sudah menjadi org yg penasaran di depan buku tertebal sepanjang abad per'PKL'an...
aku senang mempelajari ssuatu.. tanpa desakan waktu..
saat ujian, biasanya aku sudah membacanya sebelum teman2 lain bahkan memikirkannya...
karena aku tak pernah mau mengkondisikan "AKU AKAN UJIAN"..
semua santai..anggap aja aku sedang membaca harry potter dan mulai berimajinasi dgnnya...
1 halaman mungkin ku baca 3x lipat lebih lama waktunya daripada yg lain, karena aku harus bs memahaminya hinnga ak dapat menjawab smua pertanyaan yg kutanyakan pd diriku sendiri...
proses lama ini membuatku setuju bhw kita harus benar2 mempersiapkan "perkelngkapan perang" kita jauh sebelum perang itu berlangsung...
tp stlh pengumuman penguji,aku shock!!
org yg kuhindari tyt justru harus kutemui di ruang "pembantaian" itu (bayanganq saat itu)
tp aku rasa ini bukan suatu kebetulan...
aku dihadapkan pada keadaan yg menurut org lain "SEREM" berarti aku ditantang untuk punya nilai lebih...
aku mencari dukungan2 moral saat itu...
dari teman, sahabat, semuanya...
dan kata2 mereka sama dengan yg kuyakini...
DOA,USAHA, dan segalanya akan baik2 saja, jika kita percaya...