Langsung ke konten utama

Aplikasi pdf reader free


File tipe pdf bukanlah sesuatu yang asing, terutama bagi orang yang sudah cukup lama “berkomputer”. Sesuai dengan namanya, pdf : portable document format merupakan format file yang terutama diperuntukkan untuk mengelola dokumen-dokumen. File ini memberikan kemudahan bagi pengguna untuk membuka file dokumen, bukan untuk melakukan editing atau modifikasi file dokumen tersebut. Kebanyakan orang menggunakan aplikasi buatan Adobe, yaitu Adobe Reader untuk membuka file pdf sampai-sampai orang hanya mengenal aplikasi ini sebagai satu-satunya pdf reader.
Sebagai sebuah aplikasi yang sudah dikenal orang, Adobe Reader memang mempunyai fitur yang cukup baik untuk keperluan membaca file pdf, bahkan versi Professional nya kini telah mampu bukan hanya membaca file pdf tetapi juga membuat (create) dan menggabungkan file pdf. Versi Adobe Reader dapat didownload/ didistribusikan secara free alias gratis, namun untuk versi Professional nya kita harus merogoh kocek kita sendiri. 

Versi Adobe Reader yang ada sekarang ini memang bisa didownload gratis, namun ukuran file nya yang cukup besar kadang cukup mengganggu proses pengunduhan, apalagi jika koneksi internetnya naik turun. Selain itu, dengan ukuran file yang besar maka saat dilakukan instalasi di computer/laptop juga akan menyita kapasitas yang tidak kecil. Hal ini akan terasa sekali jika kapasitas harddisk sudah mulai menipis.
Salah satu alternatif pembaca file pdf, selain Adobe Reader adalah eXPert PDF Reader. Aplikasi ini mempunyai tampilan yang hampir sama dengan Adobe Reader. Tersedia menu standar File, Edit, View, Windows, Tools, dan Help yang terletak di bagian atas, namun aplikasi ini belum mendukung untuk fitur security. Aplikasi ini juga dapat menampilkan beberapa file sekaligus dalam satu window. Hal ini dapat terjadi dengan adanya fungsi tab seperti tab pada browser Mozilla Firefox. Dengan demikian, kita tidak perlu berpindah jendela/ window jika kita ingin mengakses file pdf yang lain.
Ukuran file ini tidak terlalu besar, + 8 MB sehingga akan memudahkan apabila kita ingin download, selain itu, file instalasi nya pun kecil. Hal ini dapat dijadikan pertimbangan sebagai alternatif pdf reader karena aplikasi inipun dapat dinikmati secara gratis. Jika ingin mencoba, klik link ini untuk mendownload.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidroponik trial 300520, 030620, 070620, 160620

Sekedar untuk menyimpan. Ini adalah dokumentasi foto-foto hidroponik yang diambil di Mei-Juni 2020. Beberapa tanaman masih trial awal, jadi hasilnya belum memuaskan.  Maaf jika tampilannya masih belum rapi. No. 1-7 = Foto 300520, 030620, 070620, 160620 secara berurutan. 1. Sawi Samhong, masih trial, awalnya kurang cahaya matahari.        2. Sawi (kalau tidak salah), masih trial, awalnya kurang cahaya matahari.       3. Pakchoy & sawi (mix)     4. Pakchoy     5. Pakchoy   6.     (- belum difoto lagi) (-sudah dipanen) 7.   (blm difoto lagi)    (- sudah dipanen) 8. Foto hidroponik 070620, 160620 = A.    B.     C.  (pindah tanam 1 Juni 2020) D.  (pindah tanam 6 Juni 2020) E.       (ini adalah sisa-sisa trial yang belum berhasil ter...

Watukodok dan OLI

Jogja mempunyai begitu banyak tempat wisata, termasuk wisata pantai. Kalau ditanya, pantai apa saja yang Anda tahu di kota pelajar ini? Pasti kata pertama adalah Parangtritis. Ya, memang tidak salah karena Parangtritis memang pantai yang cukup terkenal di sana. Mungkin ada juga yang menyebutkan pantai Depok, Baron, Kukup, Drini, atau Indrayanti. Empat yang disebut terakhir adalah beberapa pantai indah dari sekian banyak pantai di Gunungkidul. Kali ini saya akan mencoba berbagi tentang sesuatu yang menarik di antara pantai-pantai indah itu, di mana 29 Juni 2014 yang lalu saya berkesempatan berkunjung ke sana. Berangkat dari Jogja, mbah Cokro “setres”, mengantar kami menuju pesisir selatan Gunungkidul.  Kami melewati perbukitan yang penuh tanjakan dan turunan tajam, serta kelokan-kelokan yang sepertinya tak ada habisnya. Persis di bukit Patuk, di sisi sebelah kanan jalan tampak view Jogja dari atas. Barisan rumah penduduk, persawahan, pepohonan, jalan-jal...

Begini cara membuat tablet

Hey friends... Kali ini saya akan berbagi sedikit ilmu tentang cara membuat tablet. Ya, tablet. Tapi tolong jangan dulu berpikir tentang prosesor, RAM, memori intenal, resolusi kamera, dimensi layar, dsb. Singkirkan segala yang berhubungan dengan gadget karena yang akan saya bicarakan di sini adalah tablet yang biasa kita minum kalau sedang sakit. Pada umumnya, sebagian besar tablet mengandung lebih sedikit bahan aktif jika dibandingkan bahan penolongnya (baca: eksipien). Sebagai contoh, misalnya tablet CTM 4 mg dibuat menjadi tablet dengan bobot total 1 0 0 mg. Mengapa begitu? Volume 4 mg CTM itu sangat kecil, kira-kira hanya ½ dari sebutir beras. Bisa dibayangkan, bagaimana cara mencetak serbuk sesedikit itu. Oleh karena itu lah ditambahkan eksipien agar jumlahnya mencukupi untuk bisa dicetak. Di sini kita akan menggunakan salah satu metode pembuatan tablet dengan cara granulasi basah. Apakah itu? Secara sederhana, granulasi adalah proses untuk menghasilkan granu...