Sinabung berduka..
Jawa digoyang gempa..
Banjir terjadi di mana-mana.
Bahkan sampai ada korban meninggal dunia.
Beberapa hari yang lalu mereka tampak baik-baik saja,
Masih beraktifitas seperti biasa.
Namun kini hanya tinggallah nama..
Hal-hal tak terduga bisa terjadi kapan saja. Bahkan hari yang begitu cerah pun bisa mendadak berubah menjadi hujan lebat disertai petir.
Tak ada seorangpun yang bisa
menjamin kalau besok pagi, kita masih bisa membuka mata. Jangankan besok, hari ini saja kita tidak tahu apa yang akan terjadi.
Jika hal itu terjadi (mati), apakah
semuanya hanya akan berhenti begitu saja?
Atau,
"Where do we go when we die ?", kalau katanya The Dream Theater.
Kalau memang semua orang nantinya akan menuju eternity alias keabadian, lalu mau yang eternal -nya kayak apa?
Kalau diibaratkan dengan orang mau beli rumah, pengen yang bagus atau yang jelek?
Kalau diibaratkan orang mau beli baju, pengen baju yang bagus atau yang sobek-sobek?
Pengen sehat atau sakit? Dsb.
Kalau disuruh memillih, aku rasa semua orang pasti menginginkan yang baik untuk dirinya, yang memberikan kebahagiaan, bukan yang menyengsarakan. Yang penuh dengan kedamaian, bukan permusuhan.
Apalagi kalau sesuatu yang abadi, yang tidak akan ada habisnya, pasti milih yang enak dan menyenangkan bukan?
Kebahagiaan yang abadi hanya bisa
didapat kalau kita punya cukup banyak "tabungan" selama hidup. Dan biasanya, tabungan ini hanya bisa diisi oleh pemilik rekeningnya saja, tidak ada transfer dana seperti di bank. (Enak aja. Kalo bisa gitu ntar minta transfer aja :) ).
Tentu sobat sudah tahu bagaimana caranya "menabung" untuk kebahagiaan abadi, tinggal bagaimana kesungguhan sobat untuk meraihnya.
Sebenarnya banyak orang yang menginginkan itu di kehidupan yang akan datang tetapi tak mau mengusahakannya.
Aaahhh... masih banyak waktu. Aku masih ingin bersenang-senang dulu, mumpung masih bisa. Nanti kalau aku sudah puas bersenang-senang dan bermain-main, pasti aku pikirkan. Toh umurku baru berapa, belum menginjak usia tua. Badanku juga masih cukup sehat, tak ada hipertensi, diabetes, atau yang lainnya. Aku sudah tahu itu semua.. Santai sajalah.. woles...
Tapi, semoga kita cepat sadar jika masa itu bisa terjadi kapan saja. Kita bisa melihat sekarang ini musibah terjadi di mana-mana, tanpa melihat kau sedang sehat atau sakit, berapa usiamu, apa kedudukanmu, dsb.
Jika masa itu tiba-tiba datang, sudahkah kau punya ”tabungan" yang cukup? Semoga kita juga sadar, ini bukan tentang berapa lama kita hidup, tetapi apa yang sudah kita lakukan.
Jangan biarkan diri tertipu, dan jangan sampai merasa selalu benar. Lihatlah kepingan hidupmu dan dengarlah suara hati. Jika kau tak merasakan ada kedamaian, mungkin saja ada sesuatu yang salah di sana, maka perbaikilah.
Oya, jangan lupa bahwa apa yang kita perbuat dan pikirkan, sikap kita dalam hidup sehari-hari selalu dilihat oleh-Nya, seberapa hebatpun kau menyembunyikan itu.
Hidup ini begitu singkat. Jangan mengeraskan hati dan jangan sia-siakan hidup untuk melakukan hal-hal yang membuatmu kehilangan kesempatan untuk menikmati kebahagiaan abadi.
Jangan biarkan diri tertipu...
sent from @706
Komentar