Langsung ke konten utama

How do you love life

Tidak perlu hal-hal besar untuk menunjukkan bahwa kamu peduli pada kehidupan. Tidak harus dengan orasi berapi-api, mengecam setiap tindakan kekerasan, aborsi, penyiksaan, pembunuhan, dsb. Tidak harus bergabung dengan aparat untuk membasmi kejahatan dan melindungi orang-orang. Kepedulian dapat kita tunjukkan cara yang jauh lebih sederhana.

Menghargai kehidupan itu tidak melulu tentang hidup orang lain, tetapi pertama-tama adalah tentang menghargai hidup kita sendiri terlebih dahulu.
Segala yang kita miliki sejak awal kita lahir pasti baiklah adanya. Meski ada yang cacat tubuhnya, atau mentalnya, atau punya penyakit sejak lahir, atau mungkin fisiknya terlihat agak aneh, aku meyakini bahwa semua itu pasti diciptakan baik.

Peduli dengan hidup sendiri berarti memelihara agar yang semula baik akan tetap baik adanya dengan menjaga kesehatan, tidak merusak tubuh dengan yang tidak baik. Minum alkohol, menggunakan narkoba, dll, ataupun malah meracuni pikiran dan hati dengan segala bentuk penipuan, kemarahan, egoisme, dsb, sehingga tidak sehat secara emosional pada akhirnya akan merugikan diri sendiri.

Sayangnya, meski sudah tahu bahwa hal-hal tadi "beracun" dan "merusak", tidak mau mengambil ketegasan tetapi malah tunduk karena kesenangan yang diberikannya. Parahnya lagi, saat "teracuni", seringkali tidak sadar, malah merasa baik-baik saja, tanpa masalah, alias normal-normal saja.

Sebelum menilai hidup orang lain, baiklah melihat diri sendiri. Apakah kamu sudah menghargai hidupmu sendiri, atau kah juga ikut terbuai dalam kesenangan padahal hati dan pikiran "teracuni"?

Saya yakin, ada begitu banyak orang yang mengecam tindakan kekerasan, penyiksaan, ataupun penghilangan nyawa manusia, tetapi saya rasa seringkali mereka tidak sadar jika mereka pun melakukan hal yang sama melalui sikap dan ucapan yang melukai hati manusia. Banyak yang mengira itu bukanlah kejahatan, padahal itu sungguh-sungguh pembunuhan terhadap hati manusia. 

Bisa jadi saat membaca tulisan ini, kamu akan sependapat karena kamu pun juga merasa menjadi korban yang terluka akibat sikap dan ucapan orang lain.
Tetapi, apakah kamu pernah berpikir, selama ini sikap dan ucapanmu juga melukai nya atau tidak? Bisa jadi orang lain sudah memberi banyak hal untuk kita sampai tak terasa itu adalah pemberian (karena terlalu sederhananya pemberiannya), tapi jangan-jangan kita malah melukainya karena keegoisan kita, tetapi kita tidak sadar, dan tidak mau mengerti juga.

Bukankah untuk bisa dimengerti, kita pun harus mengerti terlebih dahulu?
Bukankah ini mirip dengan pelajaran yang dulu pernah kita terima waktu SD, bahwa kita harus mendahulukan kewajiban sebelum menerima hak?
-----------------------------------
Peduli pada kehidupan sendiri dan orang lain adalah wujud cintaku pada kehidupan.
Hari ini, kita masih diberi kesempatan untuk hidup. Mari bersama mewujudkan cinta untuk kehidupan melalui sikap, tindakan, dan perhatian kita dimulai kepada orang-orang di sekitar kita. Bukankah hidup penuh cinta itu menyenangkan?

Have a nice day, lots of love..

Sent from @706

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidroponik trial 300520, 030620, 070620, 160620

Sekedar untuk menyimpan. Ini adalah dokumentasi foto-foto hidroponik yang diambil di Mei-Juni 2020. Beberapa tanaman masih trial awal, jadi hasilnya belum memuaskan.  Maaf jika tampilannya masih belum rapi. No. 1-7 = Foto 300520, 030620, 070620, 160620 secara berurutan. 1. Sawi Samhong, masih trial, awalnya kurang cahaya matahari.        2. Sawi (kalau tidak salah), masih trial, awalnya kurang cahaya matahari.       3. Pakchoy & sawi (mix)     4. Pakchoy     5. Pakchoy   6.     (- belum difoto lagi) (-sudah dipanen) 7.   (blm difoto lagi)    (- sudah dipanen) 8. Foto hidroponik 070620, 160620 = A.    B.     C.  (pindah tanam 1 Juni 2020) D.  (pindah tanam 6 Juni 2020) E.       (ini adalah sisa-sisa trial yang belum berhasil ter...

Watukodok dan OLI

Jogja mempunyai begitu banyak tempat wisata, termasuk wisata pantai. Kalau ditanya, pantai apa saja yang Anda tahu di kota pelajar ini? Pasti kata pertama adalah Parangtritis. Ya, memang tidak salah karena Parangtritis memang pantai yang cukup terkenal di sana. Mungkin ada juga yang menyebutkan pantai Depok, Baron, Kukup, Drini, atau Indrayanti. Empat yang disebut terakhir adalah beberapa pantai indah dari sekian banyak pantai di Gunungkidul. Kali ini saya akan mencoba berbagi tentang sesuatu yang menarik di antara pantai-pantai indah itu, di mana 29 Juni 2014 yang lalu saya berkesempatan berkunjung ke sana. Berangkat dari Jogja, mbah Cokro “setres”, mengantar kami menuju pesisir selatan Gunungkidul.  Kami melewati perbukitan yang penuh tanjakan dan turunan tajam, serta kelokan-kelokan yang sepertinya tak ada habisnya. Persis di bukit Patuk, di sisi sebelah kanan jalan tampak view Jogja dari atas. Barisan rumah penduduk, persawahan, pepohonan, jalan-jal...

Begini cara membuat tablet

Hey friends... Kali ini saya akan berbagi sedikit ilmu tentang cara membuat tablet. Ya, tablet. Tapi tolong jangan dulu berpikir tentang prosesor, RAM, memori intenal, resolusi kamera, dimensi layar, dsb. Singkirkan segala yang berhubungan dengan gadget karena yang akan saya bicarakan di sini adalah tablet yang biasa kita minum kalau sedang sakit. Pada umumnya, sebagian besar tablet mengandung lebih sedikit bahan aktif jika dibandingkan bahan penolongnya (baca: eksipien). Sebagai contoh, misalnya tablet CTM 4 mg dibuat menjadi tablet dengan bobot total 1 0 0 mg. Mengapa begitu? Volume 4 mg CTM itu sangat kecil, kira-kira hanya ½ dari sebutir beras. Bisa dibayangkan, bagaimana cara mencetak serbuk sesedikit itu. Oleh karena itu lah ditambahkan eksipien agar jumlahnya mencukupi untuk bisa dicetak. Di sini kita akan menggunakan salah satu metode pembuatan tablet dengan cara granulasi basah. Apakah itu? Secara sederhana, granulasi adalah proses untuk menghasilkan granu...