Tidak perlu hal-hal besar untuk menunjukkan bahwa kamu peduli pada kehidupan. Tidak harus dengan orasi berapi-api, mengecam setiap tindakan kekerasan, aborsi, penyiksaan, pembunuhan, dsb. Tidak harus bergabung dengan aparat untuk membasmi kejahatan dan melindungi orang-orang. Kepedulian dapat kita tunjukkan cara yang jauh lebih sederhana.
Menghargai kehidupan itu tidak melulu tentang hidup orang lain, tetapi pertama-tama adalah tentang menghargai hidup kita sendiri terlebih dahulu.
Segala yang kita miliki sejak awal kita lahir pasti baiklah adanya. Meski ada yang cacat tubuhnya, atau mentalnya, atau punya penyakit sejak lahir, atau mungkin fisiknya terlihat agak aneh, aku meyakini bahwa semua itu pasti diciptakan baik.
Peduli dengan hidup sendiri berarti memelihara agar yang semula baik akan tetap baik adanya dengan menjaga kesehatan, tidak merusak tubuh dengan yang tidak baik. Minum alkohol, menggunakan narkoba, dll, ataupun malah meracuni pikiran dan hati dengan segala bentuk penipuan, kemarahan, egoisme, dsb, sehingga tidak sehat secara emosional pada akhirnya akan merugikan diri sendiri.
Sayangnya, meski sudah tahu bahwa hal-hal tadi "beracun" dan "merusak", tidak mau mengambil ketegasan tetapi malah tunduk karena kesenangan yang diberikannya. Parahnya lagi, saat "teracuni", seringkali tidak sadar, malah merasa baik-baik saja, tanpa masalah, alias normal-normal saja.
Sebelum menilai hidup orang lain, baiklah melihat diri sendiri. Apakah kamu sudah menghargai hidupmu sendiri, atau kah juga ikut terbuai dalam kesenangan padahal hati dan pikiran "teracuni"?
Saya yakin, ada begitu banyak orang yang mengecam tindakan kekerasan, penyiksaan, ataupun penghilangan nyawa manusia, tetapi saya rasa seringkali mereka tidak sadar jika mereka pun melakukan hal yang sama melalui sikap dan ucapan yang melukai hati manusia. Banyak yang mengira itu bukanlah kejahatan, padahal itu sungguh-sungguh pembunuhan terhadap hati manusia.
Bisa jadi saat membaca tulisan ini, kamu akan sependapat karena kamu pun juga merasa menjadi korban yang terluka akibat sikap dan ucapan orang lain.
Tetapi, apakah kamu pernah berpikir, selama ini sikap dan ucapanmu juga melukai nya atau tidak? Bisa jadi orang lain sudah memberi banyak hal untuk kita sampai tak terasa itu adalah pemberian (karena terlalu sederhananya pemberiannya), tapi jangan-jangan kita malah melukainya karena keegoisan kita, tetapi kita tidak sadar, dan tidak mau mengerti juga.
Bukankah untuk bisa dimengerti, kita pun harus mengerti terlebih dahulu?
Bukankah ini mirip dengan pelajaran yang dulu pernah kita terima waktu SD, bahwa kita harus mendahulukan kewajiban sebelum menerima hak?
-----------------------------------
-----------------------------------
Peduli pada kehidupan sendiri dan orang lain adalah wujud cintaku pada kehidupan.
Hari ini, kita masih diberi kesempatan untuk hidup. Mari bersama mewujudkan cinta untuk kehidupan melalui sikap, tindakan, dan perhatian kita dimulai kepada orang-orang di sekitar kita. Bukankah hidup penuh cinta itu menyenangkan?
Hari ini, kita masih diberi kesempatan untuk hidup. Mari bersama mewujudkan cinta untuk kehidupan melalui sikap, tindakan, dan perhatian kita dimulai kepada orang-orang di sekitar kita. Bukankah hidup penuh cinta itu menyenangkan?
Have a nice day, lots of love..
Sent from @706
Komentar