Langsung ke konten utama

Flash back - 20 lagu masa kecil

Sobat, agak prihatin rasanya kalau lihat anak-anak kecil jaman sekarang, selain mereka "gadget-an" banget (ya ga semua sih), lagu-lagu yang sehari-hari dinyanyiin itu lhooo.. Bilang minta permen aja ngomongnya masih pelmen, eeeh, lagu hafalannya oplosanlah, cinta-cintaanlah, lah.. Cape' deeh.
Nah, bicara soal lagu, flash back yuk ke masa kanak-kanak kita dulu. Ya, yang mau sambil lihat album fotonya waktu masih unyu-unyu juga boleh. :)
Dulu, lagu anak-anak yang sering kalian nyanyiin apa aja sih? Coba kita tengok beberapa lagu berikut ini :
1. Aku seorang Kapiten
Aku seorang Kapiten
mempunyai pedang panjang
Kalau berjalan prok-prok-prok
Aku seorang Kapiten
Sueeer... Dulu waktu nyanyi lagu ini, saya sambil bayangin lagi pakai seragam prajurit berdiri tegap, pegang pedang di tangan kanan. Sok-sok keren gitu lah pokoknya, padahal...hmmm..kereen banget. :p

2. Lihat kebunku
Lihat kebunku
penuh dengan bunga
ada yang putih,
dan ada yang merah
setiap hari
kusiram semua
mawar melati,
semuanya indah!

Dulu di rumah ada kebun, tapi kurang dirawat. Kalau musim hujan, ada tanaman bunga kertas (ga tahu nama aslinya apa), biasa tumbuh sendiri di halaman. Berkat bunga-bunga inilah dulu saya dan teman-teman lebih mudah menangkap kupu-kupu untuk dijadikan mainan. Ya, meski tanamannya kemudian jadi (sedikit) berantakan :p. Bunga ini begitu mudah tumbuh, begitu juga mudah mati ketika musim berganti.

3. Hujan
Tik tik tik bunyi hujan di atas genting
Airnya turun tidak terkira
Cobalah tengok dahan dan ranting
Pohon dan kebun basah semua
Agak bingung sih dengan lagu ini, soalnya kalau hujan kan ga bunyi tik tik tapi langsung bress, bresss. :d
Dulu kalau sudah mulai hujan, saya malah sibuk cari buku bekas untuk dibuat perahu-perahu an kertas. Sering berharap hujannya lama sekalian, biar bisa maen sampai puas. Meskipun setelah itu ada yang masuk angin :d.

4. Balonku
Balonku ada lima
Rupa-rupa warnanya
Hijau, kuning, kelabu
Merah muda dan biru
Meletus balon hijau DOR!
Hatiku sangat kacau
Balonku tinggal empat
Kupegang erat-erat

Ga pernah main balon banyak-banyak. Paling banyak 2 lah. Itu aja yang 1 meletus, tapi sisa sobekannya masih suka disimpan, buat mainan yang ga jelas. Balon yang udah ditiup, ujungnya sering cuma dipegang tangan, ga ditali atau diikat karet. Nanti kalau dilepas, balonnya terbang karena dorongan angin sambil bunyi breeeerrrrt..trus nyangsang di atap. :p
5. Naik kereta api
Naik kereta api ... tut ... tut ... tut
Siapa hendak turut
Ke Bandung ... Surabaya
Bolehlah naik dengan percuma
Ayo temanku lekas naik
Keretaku tak berhenti lama
Cepat kretaku jalan ...tut...tut...tut
Banyak penumpang turut
K'retaku sudah penat
Karena beban terlalu berat
Di sinilah ada stasiun
Penumpang semua turun
Dulu seneng banget dengan lagu ini. Bukan karena lagunya bagus, tapi gara-gara lihat mainan kereta api punya teman. Waaaw..keeeren.. Kapan dibeliin ya? dan sampai sekarang pun ga jadi beli. :d
6. Satu-satu
"Satu-satu kuberikan dari hatiku
Jika kau takkan pernah menyakiti aku"
Eeeeh..maap-maap. Itu lagunya nadila feat fathur. Hehehe. Lagu yang bener di bawah ini ya :)

Satu satu aku sayang ibu
Dua-dua juga sayang ayah
Tiga-tiga sayang adik kakak
Satu dua tiga sayang semuanya

7. Bintang kecil
Bintang kecil, di langit yang biru
Amat banyak, menghias angkasa
Aku ingin, terbang dan menari
jauh tinggi ke tempat kau berada

Eh, lagu ini agak janggal ga sih? Bintang kan kelihatan waktu malam, gelap, tapi kok di langit yang biru?? nah looo..
8. Menanam jagung
Ayo kawan kita bersama
Menanam jagung di kebun kita
Ambil cangkulmu ambil pangkurmu
Kita bekerja tak jemu-jemu
Cangkul cangkul cangkul yang dalam
Tanah yang longgar jagung kutanam
Beri pupuk supaya subur
Tanamkan benih dengan teratur
Jagungnya besar lebat buahnya
Tentu berguna bagi semua
Cangkul cangkul aku gembira
Menanam jagung di kebun kita
Ini juga agak janggal. Mau menanam jagung, kok cangkul yang dalam? Mau tanam jagung apa buat selokan, atau malah sumur. :p
Dulu mbah saya pernah bilang, "Aja jero-jero, mundak mengko angel tuwuhe" (jangan dalam-dalam kalau menggali, nanti susah tumbuh). Eh, bener ngga sih?

9. Naik delman
Pada Hari Minggu ku turut ayah ke kota
naik delman istimewa ku duduk di muka
Ku duduk samping pak kusir yang sedang bekerja
mengendarai kuda supaya baik jalannya
Tuk-tik-tak-tik-tuk tik-tak-tik-tuk tik-tak-tik-tuk
Tuk-tik-tak-tik-tuk tik-tak suara s'patu kuda
Dulu suka salah di bagian tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk. Kalau kalian gimana?

10. Burung kakaktua
Burung kakaktua
hinggap di jendela
Nenek sudah tua
giginya tinggal dua
Trek-dung ... trek-dung ...
Trek-dung tra-la-la
Trek-dung ... trek-dung ...
Trek-jing tra-la-la
Trek-dung ... trek-dung ...
Trek-dung tra-la-la
Burung kakaktua

Dulu, lagi ini sering banget dinyanyiin di TK. Kebetulan beberapa teman waktu itu masih suka rewel kalau mau ditinggalin sama ibunya yang ngantar sekolah. Nah, lagu ini bakal dinyanyiin berulang-ulang, sampai itu anak mau ditinggalin tanpa nangis. Asik sih nyanyi-nyanyi, tapi kalau diulang-ulang terus, kebayang ga sih bosennya? 

Sepuluh lagu udah selesei. Nah, sekarang bantuin dong buat list lagu ke- 11-20 nya. Udah cape nyanyiinnya nih :)

Sent from @706

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidroponik trial 300520, 030620, 070620, 160620

Sekedar untuk menyimpan. Ini adalah dokumentasi foto-foto hidroponik yang diambil di Mei-Juni 2020. Beberapa tanaman masih trial awal, jadi hasilnya belum memuaskan.  Maaf jika tampilannya masih belum rapi. No. 1-7 = Foto 300520, 030620, 070620, 160620 secara berurutan. 1. Sawi Samhong, masih trial, awalnya kurang cahaya matahari.        2. Sawi (kalau tidak salah), masih trial, awalnya kurang cahaya matahari.       3. Pakchoy & sawi (mix)     4. Pakchoy     5. Pakchoy   6.     (- belum difoto lagi) (-sudah dipanen) 7.   (blm difoto lagi)    (- sudah dipanen) 8. Foto hidroponik 070620, 160620 = A.    B.     C.  (pindah tanam 1 Juni 2020) D.  (pindah tanam 6 Juni 2020) E.       (ini adalah sisa-sisa trial yang belum berhasil ter...

Watukodok dan OLI

Jogja mempunyai begitu banyak tempat wisata, termasuk wisata pantai. Kalau ditanya, pantai apa saja yang Anda tahu di kota pelajar ini? Pasti kata pertama adalah Parangtritis. Ya, memang tidak salah karena Parangtritis memang pantai yang cukup terkenal di sana. Mungkin ada juga yang menyebutkan pantai Depok, Baron, Kukup, Drini, atau Indrayanti. Empat yang disebut terakhir adalah beberapa pantai indah dari sekian banyak pantai di Gunungkidul. Kali ini saya akan mencoba berbagi tentang sesuatu yang menarik di antara pantai-pantai indah itu, di mana 29 Juni 2014 yang lalu saya berkesempatan berkunjung ke sana. Berangkat dari Jogja, mbah Cokro “setres”, mengantar kami menuju pesisir selatan Gunungkidul.  Kami melewati perbukitan yang penuh tanjakan dan turunan tajam, serta kelokan-kelokan yang sepertinya tak ada habisnya. Persis di bukit Patuk, di sisi sebelah kanan jalan tampak view Jogja dari atas. Barisan rumah penduduk, persawahan, pepohonan, jalan-jal...

Begini cara membuat tablet

Hey friends... Kali ini saya akan berbagi sedikit ilmu tentang cara membuat tablet. Ya, tablet. Tapi tolong jangan dulu berpikir tentang prosesor, RAM, memori intenal, resolusi kamera, dimensi layar, dsb. Singkirkan segala yang berhubungan dengan gadget karena yang akan saya bicarakan di sini adalah tablet yang biasa kita minum kalau sedang sakit. Pada umumnya, sebagian besar tablet mengandung lebih sedikit bahan aktif jika dibandingkan bahan penolongnya (baca: eksipien). Sebagai contoh, misalnya tablet CTM 4 mg dibuat menjadi tablet dengan bobot total 1 0 0 mg. Mengapa begitu? Volume 4 mg CTM itu sangat kecil, kira-kira hanya ½ dari sebutir beras. Bisa dibayangkan, bagaimana cara mencetak serbuk sesedikit itu. Oleh karena itu lah ditambahkan eksipien agar jumlahnya mencukupi untuk bisa dicetak. Di sini kita akan menggunakan salah satu metode pembuatan tablet dengan cara granulasi basah. Apakah itu? Secara sederhana, granulasi adalah proses untuk menghasilkan granu...