Kubuka pintu kamar yang selalu berderit,
dan melihat ada jejak yang tertinggal di muka pintu
Kaki-kaki kecil yang membekas di lantai putih, seperti kau baru saja datang ketika hujan tadi
Telapak tanganmu memutih, hilang darah
Bahu dan tulang rusuk ngilu, serasa ditusuk jarum
Kusodorkan air hangat di cangkir putih bermotif bunga itu
Namun itu pun tak habis kau cecap
hingga ia menjadi dingin kembali
Letih...dan akhirnya rebah...
Sunyi sejenak,
hanya nafas pendek sesekali terdengar, bersaing dengan suara rintik di luar
JANUARI,
Aku pikir bulan-bulan ini akan hujan setiap hari
mengubah halaman dan gang sempit menjadi lautan compang camping
Tak ada perahu yang sanggup berlayar sampai sini
Sebentar saja kulihat kau sudah terlelap
Aku tersenyum, bertanya tanpa berucap
sent from @706
Komentar