Hidup itu seperti sebuah buku.
Cover depan adalah tanggal lahir /awal kehidupan, sedangkan cover belakang adalah akhir kehidupan.
Setiap lembaran adalah tiap hari yang kita lalui, dan berisi apa saja yang kita lakukan.
Uniknya, semua kisah tercatat secara otomatis dan tak ada satupun terlewat dituliskan.
Uniknya, semua kisah tercatat secara otomatis dan tak ada satupun terlewat dituliskan.
Ada buku yang hanya terdiri dari beberapa lembar, tetapi ada juga buku yang tebal.
Ini adalah buku....bukan komputer.
Sekali halaman tertulis, tidak bisa diedit lagi.
Tapi sungguh mengagumkan,
Sekotor dan seburuk apapun lembaran sebelumnya, selalu ada lembaran baru yang bersih..ya sungguh bersih. Begitu pula seburuk apapun perbuatan kita kemarin, Sang Pemilik Kehidupan masih menyediakan hari baru untuk kita.
Kesempatan baru untuk melakukan yang baik, yang benar.
Kesempatan untuk melanjutkan alur cerita hingga sampai kesudahannya.
Setelah buku ditutup, seperti pada umumnya buku kerja atau buku tugas, maka akan dikumpulkan dan diserahkan kepada guru/dosen untuk dinilai. Begitu pula yang akan dilakukan Sang Pemilik Kehidupan.
Jika hari ini kita masih diberi lembaran hidup, mari syukuri sebaik-baiknya. Jangan lupa untuk bertanya, apa yang harus dituliskan hari ini, esok, dst, agar ketika halaman terakhir selesai, kita didapati layak di hadapan Nya.
Selamat menulis di buku kehidupan.
sent from @706

Komentar