Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label untuk TB

Ayo sembuh !! You'll never walk alone

Jaman dulu, banyak orang bilang tuberkulosis alias TB adalah penyakit keturunan, penyakit karena guna-guna/ sihir, dan bahkan tidak bisa disembuhkan. Karena penyakit ini mudah menular, maka dulu banyak orang yang mengasingkan penderita TB , memisahkan perangkat makan dan minumnya, bahkan berusaha untuk tidak bergaul dekat-dekat dengan mereka. Dengan kata lain, penderita TB dikucilkan dari keluarga dan dari komunitas. Sedih banget ya? Sudah sakit, eh malah ditinggalkan begitu saja. Coba bayangkan kalau kita sendiri yang mengalami diperlakukan begitu..pasti ga mau kan? Bakteri penyebab TB yaitu Mycobacterium tuberculosis alias si Myco, adalah bakteri yang bisa dibilang bandel. Kenapa? Karena bakteri ini tidak bisa dibasmi kalau hanya menggunakan obat-obat biasa saja. Hingga April 2014, setiap tahun masih ada 67.000 kasus meninggal karena TB , atau sekitar 186 orang perhari, demikian pernah diungkapkan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Ke...

GRATIS itu OAT

Penyakit Tuberkulosis (TBC) dapat menyerang siapa saja (tua, muda, laki-laki, perempuan, miskin, atau kaya) dan di mana saja. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis ini pada awalnya menyerang organ paru-paru, tetapi bisa juga menyebar ke organ lainnya. Jika tidak ditangani dengan benar, penyakit ini bisa mengakibatkan kematian Penyakit ini sebenarnya sulit disembuhkan, tetapi dengan perawatan yang serius, pasien TBC bisa sembuh total. Obat yang digunakan untuk pengobatan TBC terdiri dari Isoniazid (INH), Rifampicin, Pyrazinamide, dan Ethambutol. Obat-obatan ini dipilih karena efektifitasnya tinggi sedangkan efek samping dan toksisitasnya masih bisa ditolerir. Sebagian besar penderita TBC bisa disembuhkan dengan obat-obat ini. Jadi jangan khawatir tidak bisa sembuh ya! :) Pasien baru TBC akan minum keempat obat tersebut selama 2 bulan pertama setiap hari, kemudian dilanjutkan dengan minum INH dan Rifampicin selama 4 bulan berikutnya. ...