Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pharmaceutical

Begini cara membuat tablet

Hey friends... Kali ini saya akan berbagi sedikit ilmu tentang cara membuat tablet. Ya, tablet. Tapi tolong jangan dulu berpikir tentang prosesor, RAM, memori intenal, resolusi kamera, dimensi layar, dsb. Singkirkan segala yang berhubungan dengan gadget karena yang akan saya bicarakan di sini adalah tablet yang biasa kita minum kalau sedang sakit. Pada umumnya, sebagian besar tablet mengandung lebih sedikit bahan aktif jika dibandingkan bahan penolongnya (baca: eksipien). Sebagai contoh, misalnya tablet CTM 4 mg dibuat menjadi tablet dengan bobot total 1 0 0 mg. Mengapa begitu? Volume 4 mg CTM itu sangat kecil, kira-kira hanya ½ dari sebutir beras. Bisa dibayangkan, bagaimana cara mencetak serbuk sesedikit itu. Oleh karena itu lah ditambahkan eksipien agar jumlahnya mencukupi untuk bisa dicetak. Di sini kita akan menggunakan salah satu metode pembuatan tablet dengan cara granulasi basah. Apakah itu? Secara sederhana, granulasi adalah proses untuk menghasilkan granu...

Disolusi - Absorbsi - Kebesaran Ilahi

Hari ini ada satu topik pembicaraan yang membuatku bertanya-tanya saat di kantor, yaitu tentang disolusi (kelarutan) obat dan kemampuannya untuk diserap tubuh. Sebagai pedoman umum, syarat suatu obat untuk bisa diserap tubuh adalah harus larut terlebih dahulu dalam cairan tubuh. Umumnya penyerapan terjadi di usus halus. Begitulah sedikit yang masih bisa kuingat dari dosen pengajar saat kuliah farmasi dulu. Nah, kebetulan ini ada satu senyawa obat yang kelarutannya sangat kecil atau bisa dibilang tidak larut dalam air, bahkan juga tidak larut dalam bermacam-macam pH saluran pencernaan. Jika mengikuti pedoman tadi, maka obat ini tidak akan larut di saluran pencernaan setelah diminum dan akibatnya obat juga tidak akan diserap. (note : larut tidak sama dengan hancur) Tetapi pada kenyataannya, obat ini bisa berada dalam darah orang yang meminumnya, alias obat ini ternyata diserap tubuh. Kenapa bisa begitu ya? Aku agak heran sambil menduga-duga, mungkin jonjot usus halus yang membantu pen...

Menghargai dan memajukan obat tradisional Indonesia

Jika mendengar kata “jamu”, persepsi sebagian besar masyarakat akan langsung mengarah pada ramuan minuman dalam gelas, berwarna kecoklatan dengan aroma yang aneh, dan rasanya pahit. Biasanya jamu dijual oleh wanita yang menggunakan kain jarik, serta menggendong bakul besar berisi botol-botol ramuan, dan menawarkannya dari rumah ke rumah.  Itu tidak salah, namun pengertian jamu sebenarnya tidak hanya terbatas pada jamu gendong saja. Kini sudah cukup banyak industri yang memproduksi jamu, dalam bentuk seduhan, serbuk,   sirup, kapsul, tablet, dsb dengan tujuan untuk memudahkan mengkonsumsinya. Jika kita amati, meskipun cukup banyak jamu yang beredar di pasar, ternyata sebagian besar masyarakat masih menganggap bahwa jamu adalah produk nomor sekian dipilih untuk memelihara kesehatan atau menyembuhkan penyakit. Masyarakat lebih percaya pada kemanjuran obat-obat sintetik, meskipun itu tidak selalu benar. Salah satu penyebab obat tradisional kurang diminati, adalah kar...

Obat Kardiovaskuler

Berikut ini adalah golongan obat kardiovaskuler : Angiotensin Converting Enzyme (ACE) inhibitor Captopril 12.5 mg dan 25 mg (ac) lisinopril (ac/dc), ramipril (ac/pc) Calcium channel blocker (CCB) amlodipine (ac/pc) felodipine nifedipin Beta blocker propranolol (ac/pc) bisoprolol (ac/pc) Diuretik hidrochlortiazide (HCT) furosemide (dc) Angiotensin II receptor blocker valsartan (ac) losartan (ac/pc) candesartan (ac/dc) Beberapa tips pemilihan obat kardiovaskuler : Umumnya untuk hipertensi level 1 (awal hipertensi) dapat digunakan obat golongan ACE inhibitor (captopril, lisinopril, ramipril) Bila terjadi efek samping batuk saat penggunaan captopril, dapat digunakan golongan CCB (amlodipine). Namun, tekanan darah perlu diobservasi dengan seksama karena biasanya tekanan darah cepat turun dengan penggunaan amlodipine. Golongan beta blocker digunakan jika memang ada gangguan penyerta di jantung. Golongan diur...

Drug discovery ~ development ?

Beberapa hari yang lalu aku menerima telepon dari keluarga di Yogya (perantauan mode), bahwa minggu depan akan diadakan acara doa selamatan 1000 hari salah seorang kerabat kami. Aku sejenak teringat, bahwa kerabat kami dulu menderita cancer. Sudah menjalani bermacam-macam terapi, bahkan kemo yang tidak sedikit juga frekuensinya, tetapi ternyata jiwanya tidak dapat diselamatkan. Kenapa hal seperti ini bisa terjadi. Mulai terpikir, apakah obat yang ditemukan di era ini belum cukup mempan untuk mengatasi penyakit, terutama penyakit yang mematikan seperti cancer ini. Sebenarnya, mana yang lebih baik, drug discovery atau drug development dalam rangka mendapatkan taraf kesehatan yang lebih baik ? Ada beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan : Obat yang telah ditemukan, telah diteliti mempunyai efek terapi meskipun juga mempunyai efek samping. Ikatan obat dengan reseptor yang bukan target terapi seringkali menimbulkan efek yang tidak menguntungkan. Keberhasilan terapi tidak han...

Aspirin - Sejarah

Aspirin disebut juga asam asetil salisilat, sering digunakan sebagai pereda rada sakit (analgesic), sebagai penurun demam (antipiretik) dan sebagai obat anti peradangan. Aspirin juga memiliki sifat antipenggumpalan darah karena menghambat pembentukan tromboksan (protein pengikat yang dihasilkan oleh platelet). Oleh karena itu aspirin digunakan sebagai obat jangka panjang dalam dosis rendah untuk mencegah penyumbatan pembuluh darah, stroke dan serangan jantung. Tetapi efek antipenggumpalan ini dapat menyebabkan pendarahan berlebihan terjadi, karena itu orang yang akan menjalani pembedahan atau mempunyai masalah pendarahan tidak diperbolahkan mengonsumsi aspirin. Aspirin adalah turunan dari asam salisilat . Aspirin berbentuk kristal berwarna putih, bersifat asam lemah (pH 3,5) dengan titik lebur 135°C. Aspirin mudah larut dalam cairan ammonium asetat, karbonat, sitrat atau hidroksida dari logam alkali. Aspirin stabil dalam udara kering, tetapi terhidrolisis perlahan menjadi asetat dan ...

Sejarah Obat

Pada mulanya penggunaan obat dilakukan secara empirik dari alam, hanya berdasarkan pengalaman. Paracelsus (1541-1493 SM) berpendapat bahwa untuk membuat sediaan obat perlu pengetahuan kandungan zat aktifnya dan dia membuat obat dari bahan yang sudah diketahui zat aktifnya. Hippocrates (459-370 SM) yang dikenal dengan “bapak kedokteran” dalam praktek pengobatannya telah menggunakan lebih dari 200 jenis tumbuhan. Claudius Galen (200-129 SM) menghubungkan penyembuhan penyakit dengan teori kerja obat yang merupakan bidang ilmu farmakologi. Selanjutnya Ibnu Sina (980-1037) telah menulis beberapa buku tentang metode pengumpulan dan penyimpanan tumbuhan obat serta cara pembuatan sediaan obat seperti pil, supositoria, sirup dan menggabungkan pengetahuan pengobatan dari berbagai negara yaitu Yunani, India, Persia, dan Arab untuk menghasilkan pengobatan yang lebih baik. Johann Jakob Wepfer (1620-1695) berhasil melakukan verifikasi efek farmakologi dan toksikologi obat pada hewan percobaan,...

Golongan obat

Golongan obat adalah penggolongan yang dimaksudkan untuk peningkatan keamanan dan ketepatan penggunaan serta pengamanan distribusi yang terdiri dari obat bebas, obat bebas terbatas, obat wajib apotek, obat keras, psikotropika dan narkotika. Obat Bebas dan Bebas Terbatas dapat dipasarkan tanpa resep dokter dan biasa dikenal dengan nama OTC ( Over The Counter ) .Penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas, dikenal dengan istilah self medication (pengobatan mandiri). 1. Obat Bebas Obat bebas dapat dijua l bebas di apotek, dan untuk mendapatkannya tidak diperlukan resep dokter. Dalam pemakaiannya, penderita dapat membeli dalam jumlah sangat sedikit saat obat diperlukan. Jenis zat aktif pada obat golongan ini relatif aman sehingga pemakainnya tidak memerlukan pengawasan tenaga medis selama diminum sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan obat. Oleh karena itu, sebaiknya golongan obat ini tetap dibeli bersama kemasannya. Obat bebas ditandai dengan adanya penandaan berupa lingkaran berwar...