Langsung ke konten utama

Menyatukan rakyat ASEAN, Sanggupkah?

Pada KTT ASEAN ke-21, para pemimpin negara anggota ASEAN telah berkomitmen membangun badan persatuan pada tahun 2015. Sebagai tindak lanjutnya, KTT ke-22 di Brunei Darussalam April 2013 lalu, mengangkat tema “Menyatukan Rakyat, Menciptakan Masa Depan” berfokus merundingkan mengenai pembangunan badan persatuan ASEAN. Tiga pilar Badan Persatuan ASEAN yang diusung dalam KTT yaitu Persatuan Keamanan, Persatuan Ekonomi dan Persatuan Sosial dan Kebudayaan.

Lalu bagaimana caranya untuk mencapai tujuan pembangunan badan persatuan ASEAN ?

Memang pembangunan di antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara masih agak timpang sehingga menimbulkan banyak kesulitan dan tantangan untuk menuju komunitas tunggal. Selain itu, kini sudah tidak banyak waktu yang tersisa menuju komunitas ASEAN 2015. Jadi menurut saya, yang menjadi kata kunci adalah “percepatan”.

Percepatan seperti apa? Tentunya percepatan mengacu kepada tiga pilar badan persatuan ASEAN.

Pilar yang pertama yaitu persatuan keamanan.
Setiap negara ASEAN hendaknya berkomitmen untuk mendorong, mempercepat, dan mempertahankan perdamaian, serta kestabilan di kawasan Asia Tenggara.
Tahun 2013 ini, masih banyak persoalan politik dan keamanan antar negara ASEAN yang belum terselesaikan, dan hal yang tersebut sangat berpotensi merusak stabilitas yang dibutuhkan untuk membangun komunitas tunggal. Masalah perbatasan, perlu diselesaikan segera. Memang tidak setiap upaya diplomasi bisa segera menghasilkan kesepakatan bersama, namun upaya penyelesaian konflik dan pendekatan dari masing-masing pihak harus terus dilakukan.
Narkoba dan terorisme juga merupakan bentuk gangguan situasi keamanan di kawasan Asia Tenggara. Oleh karena itu, negara-negara ASEAN perlu bersama-sama memeranginya.


Pilar ke-2, persatuan Ekonomi
Pembangunan ekonomi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan swasta. Regulasi diharapkan mendorong partisipasi dunia usaha secara maksimal untuk membangun berbagai macam industri dan infrastruktur yang diperlukan. Dunia usaha juga perlu diberikan perlakuan khusus agar mampu memiliki perspektif jangka panjang dan bertumbuh sebagai kekuatan ekonomi.

Pengurangan persentase pajak sebagai salah satu contoh kebijakan yang dilakukan negara-negara ASEAN telah menghasilkan kemajuan yang nyata bagi perekonomian kawasan, sehingga semakin mendekatkan pada target masyarakat ekonomi. Di bidang jasa, menjelang komunitas ASEAN 2015, ada 5 bidang jasa yang diprioritaskan dalam proses integrasi, di antaranya jasa kesehatan, pariwisata, e-ASEAN, logistik dan transportasi udara.
Percepatan pembangunan ekonomi tersebut memerlukan evaluasi terhadap seluruh kerangka regulasi yang ada dan kemudian menetapkan langkah-langkah strategis.

Pilar ke-3, persatuan Sosial dan Kebudayaan
Perbedaan budaya di setiap negara ASEAN bukanlah kelemahan, melainkan kekayaan bersama yang dapat memperkuat kesetiakawanan, dan persatuan di dalamnya. Melalui kesetiakawanan itulah dapat terbangun jatidiri bersama untuk menciptakan masyarakat yang saling peduli, saling berbagi dan harmonis. Integrasi Sosial Budaya ASEAN 2015, diwujudkan dalam blue print Komunitas Sosial Budaya ASEAN 2015, antara lain :
1. Pembangunan Manusia (Human Development),
2. Kesejahteraan Sosial dan Perlindungan Sosial (Social Welfare and Protection),
3. Keadilan Sosial dan Hak-hak (Social Justice and Rights),
4. Penjaminan Kelestarian Lingkungan (Ensuring Environmental Sustainability),
5. Pembangunan Identitas ASEAN (Building ASEAN Identity),
6. Pengurangan Kesenjangan Pembangunan (Narrowing the Development Gap).

ASEAN Foundation adalah yayasan yang dibangun sebagai upaya meningkatkan kerja sama sosial budaya yang diharapkan dapat memberikan kemakmuran bagi ASEAN, melalui pembangunan Sumber Daya Manusia, peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi dan kesadaran sosial.

Dalam KTT ASEAN, blue print untuk menuju komunitas ASEAN 2015 sudah ditetapkan. Selain percepatan, evaluasi juga perlu dilakukan untuk menjaga agar semua negara ASEAN tetap on track. Saya rasa, jika semua negara konsisten, maka “Menyatukan Rakyat, Menciptakan Masa Depan” bukan sesuatu yang tidak mungkin untuk dicapai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidroponik trial 300520, 030620, 070620, 160620

Sekedar untuk menyimpan. Ini adalah dokumentasi foto-foto hidroponik yang diambil di Mei-Juni 2020. Beberapa tanaman masih trial awal, jadi hasilnya belum memuaskan.  Maaf jika tampilannya masih belum rapi. No. 1-7 = Foto 300520, 030620, 070620, 160620 secara berurutan. 1. Sawi Samhong, masih trial, awalnya kurang cahaya matahari.        2. Sawi (kalau tidak salah), masih trial, awalnya kurang cahaya matahari.       3. Pakchoy & sawi (mix)     4. Pakchoy     5. Pakchoy   6.     (- belum difoto lagi) (-sudah dipanen) 7.   (blm difoto lagi)    (- sudah dipanen) 8. Foto hidroponik 070620, 160620 = A.    B.     C.  (pindah tanam 1 Juni 2020) D.  (pindah tanam 6 Juni 2020) E.       (ini adalah sisa-sisa trial yang belum berhasil ter...

Watukodok dan OLI

Jogja mempunyai begitu banyak tempat wisata, termasuk wisata pantai. Kalau ditanya, pantai apa saja yang Anda tahu di kota pelajar ini? Pasti kata pertama adalah Parangtritis. Ya, memang tidak salah karena Parangtritis memang pantai yang cukup terkenal di sana. Mungkin ada juga yang menyebutkan pantai Depok, Baron, Kukup, Drini, atau Indrayanti. Empat yang disebut terakhir adalah beberapa pantai indah dari sekian banyak pantai di Gunungkidul. Kali ini saya akan mencoba berbagi tentang sesuatu yang menarik di antara pantai-pantai indah itu, di mana 29 Juni 2014 yang lalu saya berkesempatan berkunjung ke sana. Berangkat dari Jogja, mbah Cokro “setres”, mengantar kami menuju pesisir selatan Gunungkidul.  Kami melewati perbukitan yang penuh tanjakan dan turunan tajam, serta kelokan-kelokan yang sepertinya tak ada habisnya. Persis di bukit Patuk, di sisi sebelah kanan jalan tampak view Jogja dari atas. Barisan rumah penduduk, persawahan, pepohonan, jalan-jal...

Begini cara membuat tablet

Hey friends... Kali ini saya akan berbagi sedikit ilmu tentang cara membuat tablet. Ya, tablet. Tapi tolong jangan dulu berpikir tentang prosesor, RAM, memori intenal, resolusi kamera, dimensi layar, dsb. Singkirkan segala yang berhubungan dengan gadget karena yang akan saya bicarakan di sini adalah tablet yang biasa kita minum kalau sedang sakit. Pada umumnya, sebagian besar tablet mengandung lebih sedikit bahan aktif jika dibandingkan bahan penolongnya (baca: eksipien). Sebagai contoh, misalnya tablet CTM 4 mg dibuat menjadi tablet dengan bobot total 1 0 0 mg. Mengapa begitu? Volume 4 mg CTM itu sangat kecil, kira-kira hanya ½ dari sebutir beras. Bisa dibayangkan, bagaimana cara mencetak serbuk sesedikit itu. Oleh karena itu lah ditambahkan eksipien agar jumlahnya mencukupi untuk bisa dicetak. Di sini kita akan menggunakan salah satu metode pembuatan tablet dengan cara granulasi basah. Apakah itu? Secara sederhana, granulasi adalah proses untuk menghasilkan granu...