Langsung ke konten utama

APAKAH KAMU JENUH ?

Selama bersekolah atau kuliah, pernahkah pada suatu waktu Anda merasa jenuh, segalanya terasa membosankan ?
Apakah suatu waktu Anda pernah merasa jenuh dengan pekerjaan ? Apakah Anda pernah merasa ingin menghindari hari Senin karana hari tersebut selalu merupakan hari yang tidak baik ?

Hati-hatilah karena Anda berada dalam suasana yang negatif dan Anda dapat terpengaruh sehingga mempunyai sikap yang buruk. Tidak hanya di sekolah atau tempat kerja saja, sikap itu bisa terbawa hingga ke komunitas atau keluarga tempat tinggal Anda.

Sebenarnya ada berbagai macam cara untuk melepaskan diri dari beban negatif tersebut. Kita bisa membaca, menonton TV/film, bermain game, menggambar, melukis, jalan-jalan, dsb, untuk menyegarkan kembali pikiran kita. Jika kejenuhan mulai hinggap, saya biasanya mengatasinya dengan nonton TV/film atau bermain game dengan teman.
Pernah suatu ketika saya merasa jenuh dalam kuliah, padahal minggu berikutnya sebenarnya adalah masa ujian. Di saat teman-teman sibuk untuk mempersiapkan ujian minggu depan, saya malah jenuh, merasa malas, dan tidak bersemangat. Kepala terasa penuh dengan pikiran yang bermacam-macam. Akhirnya saya lebih memilih untuk tidak berkutat dengan bahan-bahan kuliah, namun memilih untuk menyegarkan kembali pikiran dengan bermain game dengan teman-teman. Namun itu bukan berarti terus-menerus bermain.
Ternyata hal itu membantu saya untuk kembali segar sebelum menghadapi tugas-tugas berikutnya.

Mungkin kita pernah mendengar/membaca apa yang pernah disampaikan oleh Stephen Covey, ”Asahlah gergaji !”. Ya, seperti inilah.

Jika kita bisa menemukan hal-hal dan kegiatan sebagai selingan, tentu ini bukanlah masalah lagi. Namun yang menjadi masalah adalah jika kita tidak bisa menemukan selingan yang tepat bagi diri kita masing-masing untuk membangkitkan semangat, maka suasana hati kita justru bisa menjadi lebih buruk.

Cara lain dapat dilakukan dengan melakukan olahraga. Kegiatan ini selain menyehatkan badan juga bisa menurunkan berat badan serta mendapatkan sesuatu yang positif untuk diri sendiri.
Bukan berarti saat semangat turun, kita berhenti dari segala aktivitas dan pergi ke gedung olahraga atau tempat lain untuk sekedar jogging atau melakukan olahraga lainnya. Kita dapat melakukannya sambil berdiri di antrian bank/atm, atau saat duduk di meja kerja, yaitu dengan sejenak melakukan olahraga mental. Menutup mata sejenak, rileks, dan membayangkan hal-hal yang kita senangi atau orang yang kita cintai.

Teruskanlah membayangkan serta rasakan kedamaian dan energi yang Anda dapatkan. Setelah melakukan hal itu, seberapa segarkah diri Anda sekarang ?

Komentar

Katarina Ratih mengatakan…
Mmhhh.......
Ya… hidup itu indah…
Tergantung gimana kita mampu memaknainya…
Tiap orang punya cara tersendiri buat ngatasin kejenuhan, dan itulah nikmatnya hidup…
Kalo aku sie,
Sukanya sendiri… dengerin musik…ato ngumpul bareng temen-temen… ya, hahahihi gitu, ngelupain sejenak segala kejenuhan… ntar kalo waktu sendiri, kumat lagi, yam au sedih ya sedih….mau tersenyum dalam tangis ya dilakuin….
Pokoknya lakukan apa yang ingin kita lakukan…. Itu bakal memuaskan hati dan mendamaikannya….
Ketika fase itu sudah menguasai diri kita… akan hanya ada senyum yang tersisa…sekalipun dalam keadaan se’gila’ apapun….
Hahahhaaa…..

Postingan populer dari blog ini

Hidroponik trial 300520, 030620, 070620, 160620

Sekedar untuk menyimpan. Ini adalah dokumentasi foto-foto hidroponik yang diambil di Mei-Juni 2020. Beberapa tanaman masih trial awal, jadi hasilnya belum memuaskan.  Maaf jika tampilannya masih belum rapi. No. 1-7 = Foto 300520, 030620, 070620, 160620 secara berurutan. 1. Sawi Samhong, masih trial, awalnya kurang cahaya matahari.        2. Sawi (kalau tidak salah), masih trial, awalnya kurang cahaya matahari.       3. Pakchoy & sawi (mix)     4. Pakchoy     5. Pakchoy   6.     (- belum difoto lagi) (-sudah dipanen) 7.   (blm difoto lagi)    (- sudah dipanen) 8. Foto hidroponik 070620, 160620 = A.    B.     C.  (pindah tanam 1 Juni 2020) D.  (pindah tanam 6 Juni 2020) E.       (ini adalah sisa-sisa trial yang belum berhasil ter...

Apa itu Opentrolley?

Siapa yang tidak tahu Amazon.com ? Sebuah toko buku online no.1 di dunia, yang dirintis “hanya” dari sebuah garasi rumah pendirinya sendiri, Jeff Bezos. Meski bisnis utamanya adalah penjualan buku, tetapi sekarang Amazon sudah juga menjual barang-barang lainnya, seperti CD, printer, atau produk elektronik lainnya. Hanya saja, cara pembayarannya yang diterima adalah menggunakan credit card Visa, Master, atau Paypal. Nah, buat yang tidak punya alat pembayaran seperti di atas (berarti sama dengan saya :p), tetapi ingin membeli buku yang belum (tidak) dijual di Indonesia, apa bisa? Jawabannya, “Bisa!”. Kalian bisa mencoba Opentrolley.co.id . Opentrolley sebenarnya adalah toko buku online yang berlokasi di Singapura, namun kini membuka cabang di Indonesia. Waktu saya mencoba browsing judul sebuah buku dan membandingkan harganya dengan beberapa toko buku online, memang harga di Opentrolley.co.id sedikit lebih mahal. Meski begitu, Opentrolley mempunyai kelebihan...

Myanmar : VoA atau visa-free?

Acara jalan-jalan ke tempat wisata selalu menjadi kegiatan yang menyenangkan. Dari yang sekedar menengok saudara di Ragunan, main di Dufan, hingga jalan-jalan ke luar negeri, semuanya menjadi cara melepaskan kepenatan dari rutinitas sehari-hari. Apalagi kalau dibayarin, siapa yang ga mau? Nah, ngomong-ngomong soal jalan-jalan ke luar negeri, selain tiket pesawat (kalau naik pesawat), kita juga harus mempunyai paspor. Di Asia Tenggara, hampir sem ua negara ASEAN cukup menggunakan paspor dan telah membebaskan pengurusan visa untuk wisatawan yang ingin berkunjung ke negaranya, namun tidak demikian dengan Myanmar. Untuk masuk ke Myanmar, selain mempunyai paspor, kita juga perlu mempunyai visa.  Apa itu visa ? Menurut wikipedia, visa adalah sebuah dokumen yang dikeluarkan oleh sebuah negara memberikan seseorang izin untuk masuk ke negara tersebut dalam suatu periode waktu dan tujuan tertentu. Visa yang dimaksud untuk kunjungan wisata ke Myanmar disebut dengan Visa-on-Arrival ...