Langsung ke konten utama

Kalau-kalau...aaahh

Sehabis misa sore tadi, mataku tertarik pada kayu besar berbentuk tanda tambah yang tergantung di dinding di belakang meja altar. Entah kenapa, tiba-tiba terlintas pertanyaan yang agak aneh di benakku, yang sebenarnya tak ada hubungan sama sekali dengan kayu tadi.

"Kalau tiba-tiba sekarang terjadi gempa bumi besar, orang-orang bakal pada lari ke mana ya? Pintu kecil; orangnya banyak..
Lagipula, gempa itu jelas ga ada tanda-tanda yang mengawali, seperti tanda kalau gunung mau meletus, mau ada banjir bandang, dsb. Apa ya sudah siap, kalau-kalau terjadi gempa?

Sesiap- siapnya antisipasi, kalau gempanya besar seperti yang terjadi di Yogya beberapa tahum silam, pasti akan ada korban jiwa. Lagipula ga ada yang tahu kapan jam dan menit gempa akan terjadi. Mungkin saja itu saat kau sedang mandi, atau sedang makan, sedang di dalam lift, atau sedang tidur nyenyak di hotel lantai 18, dsb.

Aku rasa, para lansia akan jauh lebih siap seandainya bencana seperti itu tiba-tiba terjadi.
Bukan lebih siap untuk menghindar/menyelamatkan diri, tetapi maksudnya lebih siap jika mesti menghadap sang Pencipta. Mereka umumnya menyadari, waktunya di dunia sudah ga banyak lagi, maka di usia lanjutnya berusaha untuk melakukan semakin banyak kebaikan.

Nah, masalahnya gempa yang kuat tidak hanya akan mengambil nyawa orang lanjut usia, tetapi hampir semua orang di lokasi gempa.
Kalau itu terjadi padamu, nanti malam, atau besok pagi, atau entah kapan, sudah siapkah kamu menghadap sang Pencipta??"

Aaaahh..mungkin aku ini terlalu banyak berkhayal yang macam-macam hari ini!!
Mari tidur saja.

sent from @706

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidroponik trial 300520, 030620, 070620, 160620

Sekedar untuk menyimpan. Ini adalah dokumentasi foto-foto hidroponik yang diambil di Mei-Juni 2020. Beberapa tanaman masih trial awal, jadi hasilnya belum memuaskan.  Maaf jika tampilannya masih belum rapi. No. 1-7 = Foto 300520, 030620, 070620, 160620 secara berurutan. 1. Sawi Samhong, masih trial, awalnya kurang cahaya matahari.        2. Sawi (kalau tidak salah), masih trial, awalnya kurang cahaya matahari.       3. Pakchoy & sawi (mix)     4. Pakchoy     5. Pakchoy   6.     (- belum difoto lagi) (-sudah dipanen) 7.   (blm difoto lagi)    (- sudah dipanen) 8. Foto hidroponik 070620, 160620 = A.    B.     C.  (pindah tanam 1 Juni 2020) D.  (pindah tanam 6 Juni 2020) E.       (ini adalah sisa-sisa trial yang belum berhasil ter...

Menghargai dan memajukan obat tradisional Indonesia

Jika mendengar kata “jamu”, persepsi sebagian besar masyarakat akan langsung mengarah pada ramuan minuman dalam gelas, berwarna kecoklatan dengan aroma yang aneh, dan rasanya pahit. Biasanya jamu dijual oleh wanita yang menggunakan kain jarik, serta menggendong bakul besar berisi botol-botol ramuan, dan menawarkannya dari rumah ke rumah.  Itu tidak salah, namun pengertian jamu sebenarnya tidak hanya terbatas pada jamu gendong saja. Kini sudah cukup banyak industri yang memproduksi jamu, dalam bentuk seduhan, serbuk,   sirup, kapsul, tablet, dsb dengan tujuan untuk memudahkan mengkonsumsinya. Jika kita amati, meskipun cukup banyak jamu yang beredar di pasar, ternyata sebagian besar masyarakat masih menganggap bahwa jamu adalah produk nomor sekian dipilih untuk memelihara kesehatan atau menyembuhkan penyakit. Masyarakat lebih percaya pada kemanjuran obat-obat sintetik, meskipun itu tidak selalu benar. Salah satu penyebab obat tradisional kurang diminati, adalah kar...

Ayo sembuh !! You'll never walk alone

Jaman dulu, banyak orang bilang tuberkulosis alias TB adalah penyakit keturunan, penyakit karena guna-guna/ sihir, dan bahkan tidak bisa disembuhkan. Karena penyakit ini mudah menular, maka dulu banyak orang yang mengasingkan penderita TB , memisahkan perangkat makan dan minumnya, bahkan berusaha untuk tidak bergaul dekat-dekat dengan mereka. Dengan kata lain, penderita TB dikucilkan dari keluarga dan dari komunitas. Sedih banget ya? Sudah sakit, eh malah ditinggalkan begitu saja. Coba bayangkan kalau kita sendiri yang mengalami diperlakukan begitu..pasti ga mau kan? Bakteri penyebab TB yaitu Mycobacterium tuberculosis alias si Myco, adalah bakteri yang bisa dibilang bandel. Kenapa? Karena bakteri ini tidak bisa dibasmi kalau hanya menggunakan obat-obat biasa saja. Hingga April 2014, setiap tahun masih ada 67.000 kasus meninggal karena TB , atau sekitar 186 orang perhari, demikian pernah diungkapkan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Ke...