Langsung ke konten utama

Nonton Somnus

Tadi malam, saya nonton sebuah film yang dulu pernah saya download di hp Lenovo A6010 tapi belum sempat saya tonton karena sibuknya agenda. Awal film menampilkan adegan pendahuluan di sebuah stasiun pemberhentian kereta di London, di mana ada 2 orang sedang bercakap-cakap. Ketika kereta api datang, salah seorang dari mereka naik dan segera mencari tempat duduk. Di saat duduk itu, ia merogoh bungkusan plastic pemberian sahabatnya dari dalam setelannya. Dengan penuh keingintahuan, dibukanya bungkusan itu. Didapatinya sebuah buku catatan disertai sebuah surat yang berbicara kepadanya bahwa ia harus menyimpan buku jurnal penelitian itu dengan baik, agar tidak jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab.
Adegan lalu ditampilkan fade out, dilanjutkan dengan munculnya teks bertuliskan “Somnus” diiringi dengan sebuah sound track. Ketika perlahan teks berlatar langit malam itu meredup, sound track tetap terdengar, tetapi hingga kurang lebih 20 detik sesudah itu layar tetap gelap. Saya merasa kok agak aneh pergantian scene nya, karena 20 detik itu lama lho. Cukup lama untuk sekedar menonton beberapa iklan di instagram, atau bisa juga untuk sekedar mengirim chat nanya sudah makan belum ke pacar gebetan yang selama ini kita incar #eh.
Akhirnya saya coba geser timeline di aplikasi pemutar videonya untuk melihat scene selanjutnya, tapi lho kok garis timeline nya tidak jelas. Saat saya mau coba stop pemutar videonya, saya lebih kaget lagi. Kok tombol stop, play, dll yang biasanya berjajar di sisi bawah aplikasi video tidak ada. Karena penasaran, saya coba langsung tekan tombol homescreen android, berharap halaman muka android saya muncul. Eh, tapi tidak ada perubahan juga, tetep saja layar berwarna hitam dengan garis tipis di tengah. Waduh, kenapa ini android? Tidak jatuh, tidak terbentur, tidak tertimpa apa-apa, tapi kok jadi ngeblank. Seingat saya, android ini juga belum pernah jatuh atau pun tercebur ke air. Kalau cuma kena keringet di tangan sih sering.
Saya coba lepas casing dan baterai lalu merestart hp, namun hasilnya sama saja. Ckck. Bau-baunya LCD nya bermasalah nih. Padahal kalau mengganti komponen ini, biayanya tentu tidak murah, apalagi buat anak kos macam saya ini. Ya sudah lah kalau begitu. Kita tidur dulu saja malam ini..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ayo sembuh !! You'll never walk alone

Jaman dulu, banyak orang bilang tuberkulosis alias TB adalah penyakit keturunan, penyakit karena guna-guna/ sihir, dan bahkan tidak bisa disembuhkan. Karena penyakit ini mudah menular, maka dulu banyak orang yang mengasingkan penderita TB , memisahkan perangkat makan dan minumnya, bahkan berusaha untuk tidak bergaul dekat-dekat dengan mereka. Dengan kata lain, penderita TB dikucilkan dari keluarga dan dari komunitas. Sedih banget ya? Sudah sakit, eh malah ditinggalkan begitu saja. Coba bayangkan kalau kita sendiri yang mengalami diperlakukan begitu..pasti ga mau kan? Bakteri penyebab TB yaitu Mycobacterium tuberculosis alias si Myco, adalah bakteri yang bisa dibilang bandel. Kenapa? Karena bakteri ini tidak bisa dibasmi kalau hanya menggunakan obat-obat biasa saja. Hingga April 2014, setiap tahun masih ada 67.000 kasus meninggal karena TB , atau sekitar 186 orang perhari, demikian pernah diungkapkan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Ke...

Nada untuk Asa – Review

Kamis ini, saya diajak nobar sebuah film drama yang berjudul “Nada untuk Asa” di mall terbesar di area Cikarang :). Kami sampai di bioskop kira-kira pukul 19.45 karena mengira filmnya dimulai pukul 20.00, namun ternyata di tiket masuk studio 2, tertulis bahwa film baru akan diputar pukul 20.50. Yaaah..tahu gitu tadi ga usah buru-buru berangkat. Minimal bisa rebahan dulu lah sehabis kerja berat seharian ini (lebay.com). Film yang diangkat dari novel dengan judul yang sama karya Ita Sembiring ini, mengisahkan tentang perjuangan 2 wanita penderita HIV, yang berkeyakinan positif untuk tetap hidup di tengah pandangan negatif masyarakat, bahkan keluarganya sendiri. Berikut ini reviewnya. Cerita diawali dengan suatu siang yang cerah dalam acara pemakaman seorang laki-laki bernama Bobby. Bobby adalah seorang suami dari tokoh bernama Nada (diperankan Marsha Timothy), anak kedua dari 3 bersaudara yang seluruhnya perempuan. Sebelum meninggal, Bobby menderita penyakit kanker. Kar...

Oleh-oleh dari Cilincing

Sejujurnya, hari ini saya cuma ikutan alias jadi tim penggembira di tim survey ke Cilincing, Jakut. Cilincing? Ga salah itu tempatnya?? Ya, pokoknya sampe sana dulu lah.. Perjalanan ini dimulai dari Cikarang pukul 09.15, namun tim begitu baik hati sehingga ditambah 30 menit menjadi 09.45 :). Cuaca selama perjalanan agak gerimis, namun hal itu tidak terlalu masalah karena ternyata lalu lintas tidak macet. Kabar baik lainnya adalah perbekalan di dalam mobil tersedia dalam jumlah yang sangat cukup untuk kami :). Keluar tol Cilincing, kami menuju arah Merunda sambil mencari-cari jalan di sebelah kiri bernama “Kelapa dua” atau “Kelapa kembar”. Sudah hampir sampai ujung, kok nama jalannya ga ada? Masa iya nama jalannya ilang? Usut diusut, ternyata namanya bukan kelapa dua atau kelapa kembar, tetapi Cilincing Kelapa (beda nama dikit lah ya :p ). Setelah masuk ke jalan tersebut beberapa puluh meter, di sebelah kanan jalan ada papan nama bertuliskan “Atmabrata”. Itulah tempat...