Langsung ke konten utama

Ibukota diplomasi ASEAN : Sebuah kebanggaan

 #daysforASEAN #day10

Jakarta adalah ibukota Republik Indonesia. Hampir semua orang tahu hal itu.
Tetapi, tahukah Anda kalau Sekretariat ASEAN juga berada di Jakarta? Saya tidak sepenuhnya yakin kalau Anda mengetahuinya. Bagi yang belum mengetahui, markas Sekretariat ASEAN terletak di Jalan Sisingamangaraja 70 A, Jakarta Selatan. 

(sumber : http://static.liputan6.com/201111/111119ckantor-asean.jpg)

Indonesia memang menjadi salah satu negara yang mendirikan ASEAN di tahun 1967, tetapi pemilihan Jakarta sebagai markas Sekretariat ASEAN tentu bukan semata-mata karena itu. Sebagai negara yang berada di jalur lalu lintas perdagangan, letak Indonesia cukup strategis. Demikian pula fungsinya sebagai negara Sekretariat ASEAN. Kota Jakarta dipilih karena Jakarta merupakan ibukota Republik Indonesia yang mempunyai berbagai kemudahan akses yang diperlukan untuk segala urusan politik luar negeri.

Keberadaan Sekretariat ASEAN di Jakarta menunjukkan suatu kepercayaan bahwa Indonesia bisa menjadi penghubung antar negara-negara anggota ASEAN atau menjadi Diplomatic City of ASEAN.
Kepercayaan dari negara-negara ASEAN tersebut muncul karena Indonesia dianggap penting dalam perkembangan di bidang demokrasi, hukum, dan sosial politik. Indonesia mempunyai posisi penting karena sejarahnya di masa lalu, yaitu penyelenggaraan KAA, Gerakan Non Blok, dan APEC. Negara-negara ASEAN mempunyai pandangan terhadap diplomasi Indonesia, yaitu bahwa sejak berdirinya ASEAN, Indonesia mampu mempromosikan kehidupan masyarakat regional yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, saling menghormati, tidak mencampuri urusan dalam negeri, serta berpegang pada konsensus. Salah satu contoh nyata diplomasi Indonesia adalah sebagai pencetus konsep komunitas ASEAN yang terdiri dari 3 pilar pada tahun 2003, saat Indonesia menjadi tuan rumah ASEAN. Indonesia juga berinisiatif dalam upaya menyelesaikan konflik internal dan antar negara seperti Kamboja, Filipina, dan Thailand-Kamboja. Selain itu, pada saat terjadi bencana alam di Jepang, Indonesia menggagas pertemuan para Menlu ASEAN untuk menggalang solidaritas dan bantuan untuk penanggulangan jangka menengah dan panjang.

Terpilihnya Jakarta menjadi ibukota diplomasi ASEAN, tentu memiliki dampak positif dan negatif bagi Indonesia, khususnya Jakarta sendiri.

Salah satu dampak positifnya adalah Jakarta dan Indonesia semakin dikenal negara-negara ASEAN. Sebagai ibu kota Republik Indonesia, kota Jakarta memiliki kultur yang majemuk. Hal inilah yang menjadi keunggulan Jakarta sehingga nantinya dapat dikembangkan sebagai kota tujuan diplomasi sekaligus wisata. Dengan demikian secara tidak langsung akan meningkatkan pendapatan daerah dan devisa.
Bagi Indonesia, menjadi ibukota diplomatik ASEAN adalah sangat penting dan strategis karena peran Indonesia yang vital bagi negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Karena itu pula, pemerintah DKI Jakarta juga memberikan dukungan bagi perluasan Sekretariat ASEAN untuk menjadi ibukota negara ASEAN.

Sebagai kota diplomasi, tentu Jakarta menjadi incaran para pelaku kejahatan bukan hanya dalam negeri tetapi juga internasional. Karena itulah keamanan dalam negeri perlu ditingkatkan dan tersistem dengan baik untuk meminimalkan segala dampak buruk yang dapat terjadi.

Tentu masih ada banyak hal yang perlu dipersiapkan dan dibenahi oleh kota Jakarta, sebagai tuan rumah perhimpunan negara-negara ASEAN.

Meski Indonesia mendapatkan kepercayaan sebagai ibukota diplomasi ASEAN, pada kenyataannya masyarakat Indonesia sendiri belum mengetahui dan memahami tentang ASEAN. Dapat dikatakan bahwa ASEAN hanya lebih dikenal oleh kalangan elit saja. Padahal ASEAN merupakan people centered organization. Karena itu kegiatan sosialisasi dan promosi, termasuk menggalang swasta dan citizen journalism perlu terus dilakukan untuk mendorong segala perilaku sebagai masyarakat ASEAN.

Jakarta yang hampir selalu mengalami banjir setiap musim penghujan serta kemacetan yang terjadi di jalan-jalan utama juga menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan. Perbaikan infrastruktur hendaknya diperhatikan sehingga Jakarta mampu menjadi setara dengan kota lembaga kelas dunia seperti New York atau Zurich. Pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) yang saat ini terus diupayakan pemerintah Jakarta adalah langkah tepat untuk mendukung transportasi yang baik sebagai kota metropolitan.

Saya rasa, terlepas dari segala kekurangan yang ada, menjadi ibukota diplomasi ASEAN adalah kebanggaan bagi Jakarta dan Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidroponik trial 300520, 030620, 070620, 160620

Sekedar untuk menyimpan. Ini adalah dokumentasi foto-foto hidroponik yang diambil di Mei-Juni 2020. Beberapa tanaman masih trial awal, jadi hasilnya belum memuaskan.  Maaf jika tampilannya masih belum rapi. No. 1-7 = Foto 300520, 030620, 070620, 160620 secara berurutan. 1. Sawi Samhong, masih trial, awalnya kurang cahaya matahari.        2. Sawi (kalau tidak salah), masih trial, awalnya kurang cahaya matahari.       3. Pakchoy & sawi (mix)     4. Pakchoy     5. Pakchoy   6.     (- belum difoto lagi) (-sudah dipanen) 7.   (blm difoto lagi)    (- sudah dipanen) 8. Foto hidroponik 070620, 160620 = A.    B.     C.  (pindah tanam 1 Juni 2020) D.  (pindah tanam 6 Juni 2020) E.       (ini adalah sisa-sisa trial yang belum berhasil ter...

Apa itu Opentrolley?

Siapa yang tidak tahu Amazon.com ? Sebuah toko buku online no.1 di dunia, yang dirintis “hanya” dari sebuah garasi rumah pendirinya sendiri, Jeff Bezos. Meski bisnis utamanya adalah penjualan buku, tetapi sekarang Amazon sudah juga menjual barang-barang lainnya, seperti CD, printer, atau produk elektronik lainnya. Hanya saja, cara pembayarannya yang diterima adalah menggunakan credit card Visa, Master, atau Paypal. Nah, buat yang tidak punya alat pembayaran seperti di atas (berarti sama dengan saya :p), tetapi ingin membeli buku yang belum (tidak) dijual di Indonesia, apa bisa? Jawabannya, “Bisa!”. Kalian bisa mencoba Opentrolley.co.id . Opentrolley sebenarnya adalah toko buku online yang berlokasi di Singapura, namun kini membuka cabang di Indonesia. Waktu saya mencoba browsing judul sebuah buku dan membandingkan harganya dengan beberapa toko buku online, memang harga di Opentrolley.co.id sedikit lebih mahal. Meski begitu, Opentrolley mempunyai kelebihan...

Myanmar : VoA atau visa-free?

Acara jalan-jalan ke tempat wisata selalu menjadi kegiatan yang menyenangkan. Dari yang sekedar menengok saudara di Ragunan, main di Dufan, hingga jalan-jalan ke luar negeri, semuanya menjadi cara melepaskan kepenatan dari rutinitas sehari-hari. Apalagi kalau dibayarin, siapa yang ga mau? Nah, ngomong-ngomong soal jalan-jalan ke luar negeri, selain tiket pesawat (kalau naik pesawat), kita juga harus mempunyai paspor. Di Asia Tenggara, hampir sem ua negara ASEAN cukup menggunakan paspor dan telah membebaskan pengurusan visa untuk wisatawan yang ingin berkunjung ke negaranya, namun tidak demikian dengan Myanmar. Untuk masuk ke Myanmar, selain mempunyai paspor, kita juga perlu mempunyai visa.  Apa itu visa ? Menurut wikipedia, visa adalah sebuah dokumen yang dikeluarkan oleh sebuah negara memberikan seseorang izin untuk masuk ke negara tersebut dalam suatu periode waktu dan tujuan tertentu. Visa yang dimaksud untuk kunjungan wisata ke Myanmar disebut dengan Visa-on-Arrival ...