Langsung ke konten utama

Paku dan pohon

Ada seorang anak laki-laki mengamati tukang kayu yang bekerja di rumahnya. Mereka sedang mengganti kayu penyangga atap yang sudah lapuk dimakan usia.

Saat para tukang itu sedang beristirahat dan makan siang, si anak menemukan sebuah palu yang  "nganggur" tergeletak di halaman rumah. Diambilnya palu itu, sambil dicarinya paku yang masih bagus di antara onggokan kayu bekas. Dia tahu, kalau dia memaku di kayu yang akan dipasang, pastilah dia akan dimarahi. Maka dilihatnya kanan kiri, benda apa yang kira-kira bisa dia paku.

"Ahaaaa...ada pohon mangga. Ini adalah sasaran yang bagus, apalagi kayunya masih muda, tidak akan terlalu susah menancapkan pakunya", begitu pikirnya.

Benar saja. Dalam waktu yang tak terlalu lama, sebuah paku berhasil menancap di batang pohon itu.
Baru saja ia selesai memaku, ada salah seorang tukang yang sudah selesai makan, menghampirinya.

"Hei.. Kenapa pohon itu kamu paku? Tidakkah kamu lihat, dia menangis saat kamu paku tadi ? (baca: getah).".

" Maaf..maaf, Paman. Saya cuma mau main aja kok", katanya sambil berusaha mencabut paku yang menancap itu namun tak bisa.

"Jangan minta maaf kepadaku. Kan pohon itu yang sebenarnya kesakitan."

Tukang kayu itu lalu segera mencabut paku dari batang pohon.
"Nah, besok-besok jangan diulangi lagi ya?". "Iya, Paman."

10 tahun berlalu...

Kini anak itu sudah tumbuh besar, begitu juga dengan pohon mangga itu.
Suatu ketika saat musim pohon mangga berbuah, dia ingin memetik beberapa buah mangga yang sudah matang dari pohon itu. Baru saja ia mau memanjat, secara tak sengaja ia melihat sebuah lubang kecil di bawah cabang pertama pohon itu. Maka teringatlah dia, bahwa itu adalah bekas luka paku yang dulu dia tancapkan, karena letaknya memang di bawah cabang pertama pohon.

Meskipun pohon mangga itu tetap hidup, tetap bisa berbuah, ternyata bekas luka paku itu tidak bisa hilang, bahkan setelah bertahun-tahun.

------------------------------------

Pohon yang ditusuk paku saja, tidak bisa hilang bekas lukanya. Apalagi, jika yang tertusuk itu hati manusia. Meski tak kelihatan, bukan berarti bekas lukanya hilang begitu saja.

Semua sikap & tindakan, bahkan yang tak dilihatnya secara langsung pun, bisa membuat tusukan dan luka di hati.

Let's, be careful.

sent from @706

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ayo sembuh !! You'll never walk alone

Jaman dulu, banyak orang bilang tuberkulosis alias TB adalah penyakit keturunan, penyakit karena guna-guna/ sihir, dan bahkan tidak bisa disembuhkan. Karena penyakit ini mudah menular, maka dulu banyak orang yang mengasingkan penderita TB , memisahkan perangkat makan dan minumnya, bahkan berusaha untuk tidak bergaul dekat-dekat dengan mereka. Dengan kata lain, penderita TB dikucilkan dari keluarga dan dari komunitas. Sedih banget ya? Sudah sakit, eh malah ditinggalkan begitu saja. Coba bayangkan kalau kita sendiri yang mengalami diperlakukan begitu..pasti ga mau kan? Bakteri penyebab TB yaitu Mycobacterium tuberculosis alias si Myco, adalah bakteri yang bisa dibilang bandel. Kenapa? Karena bakteri ini tidak bisa dibasmi kalau hanya menggunakan obat-obat biasa saja. Hingga April 2014, setiap tahun masih ada 67.000 kasus meninggal karena TB , atau sekitar 186 orang perhari, demikian pernah diungkapkan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Ke...

Nada untuk Asa – Review

Kamis ini, saya diajak nobar sebuah film drama yang berjudul “Nada untuk Asa” di mall terbesar di area Cikarang :). Kami sampai di bioskop kira-kira pukul 19.45 karena mengira filmnya dimulai pukul 20.00, namun ternyata di tiket masuk studio 2, tertulis bahwa film baru akan diputar pukul 20.50. Yaaah..tahu gitu tadi ga usah buru-buru berangkat. Minimal bisa rebahan dulu lah sehabis kerja berat seharian ini (lebay.com). Film yang diangkat dari novel dengan judul yang sama karya Ita Sembiring ini, mengisahkan tentang perjuangan 2 wanita penderita HIV, yang berkeyakinan positif untuk tetap hidup di tengah pandangan negatif masyarakat, bahkan keluarganya sendiri. Berikut ini reviewnya. Cerita diawali dengan suatu siang yang cerah dalam acara pemakaman seorang laki-laki bernama Bobby. Bobby adalah seorang suami dari tokoh bernama Nada (diperankan Marsha Timothy), anak kedua dari 3 bersaudara yang seluruhnya perempuan. Sebelum meninggal, Bobby menderita penyakit kanker. Kar...

Oleh-oleh dari Cilincing

Sejujurnya, hari ini saya cuma ikutan alias jadi tim penggembira di tim survey ke Cilincing, Jakut. Cilincing? Ga salah itu tempatnya?? Ya, pokoknya sampe sana dulu lah.. Perjalanan ini dimulai dari Cikarang pukul 09.15, namun tim begitu baik hati sehingga ditambah 30 menit menjadi 09.45 :). Cuaca selama perjalanan agak gerimis, namun hal itu tidak terlalu masalah karena ternyata lalu lintas tidak macet. Kabar baik lainnya adalah perbekalan di dalam mobil tersedia dalam jumlah yang sangat cukup untuk kami :). Keluar tol Cilincing, kami menuju arah Merunda sambil mencari-cari jalan di sebelah kiri bernama “Kelapa dua” atau “Kelapa kembar”. Sudah hampir sampai ujung, kok nama jalannya ga ada? Masa iya nama jalannya ilang? Usut diusut, ternyata namanya bukan kelapa dua atau kelapa kembar, tetapi Cilincing Kelapa (beda nama dikit lah ya :p ). Setelah masuk ke jalan tersebut beberapa puluh meter, di sebelah kanan jalan ada papan nama bertuliskan “Atmabrata”. Itulah tempat...