Langsung ke konten utama

Postingan

Life is so short (1)

Jika masih punya 2 kaki dan 2 tangan, maka bersyukurlah karena di luar sana ada yang tak punya tangan dan kaki. Jika matamu bisa melihat, bersyukurlah karena di luar sana ada yang buta. Jika hari ini kau merasa capek, bersyukurlah karena hari ini masih diberi kesempatan untuk masih bisa beraktivitas. Jangan mengeluh jika di meja makan hanya ada nasi putih dan lauk seadanya, karena di luar sana masih banyak orang kelaparan dan tidak bisa makan. Jangan mengeluh jika cucianmu hari ini banyak dan masih basah, karena itu artinya kau punya cukup banyak pakaian untuk dipakai. Jangan mengeluh jika pekerjaanmu detil dan membosankan, karena sebenarnya masih banyak orang yang saat ini masih menganggur. Jangan mengeluh jika malam ini kau bisa berteduh di bawah atap rumahmu, karena di luar sana masih banyak gelandangan yang tak punya rumah. Jangan mengeluh jika apa yang orang lain lakukan tak sesuai dengan keinginanmu. Mungkin ia/mereka hanya ingin memberikan cinta dan perhatiannya tetapi den...

Salahkah aku?

Berita TV semingguan ini isinya banjir di mana-mana. Di Jakarta, Bekasi, Karawang, bahkan di Manado terjadi banjir. Bulan Januari - Februari memang curah hujan di Indonesia paling tinggi. Namun kali ini tampaknya curah hujan lebih tinggi daripada tahun-tahun sebelumnya. Selama tinggal di Cikarang, sepertinya baru kali ini aku mengalami turun hujan hampir sepanjang hari dan setiap hari selama semingguan ini. Kalau dulu luapan air terjadi sesekali saja, seminggu ini saja entah sudah berapa kali air meluap hingga ke jalan. Bahkan di beberapa ruas jalan, ketinggiannya sampai selutut orang dewasa. Okelah.. curah hujan memang tinggi. Tapi aku rasa penyebab utamanya bukan itu. Alam yang diciptakan sebenarnya sudah berbaik hati menjaga manusia. Tak bisa dipungkiri bahwa tanpa alam, manusia tidak bisa makan, tidak bisa minum, tak bisa bernaung/berlindung, bahkan bernafaspun tak dapat. Tanpa alam, manusia pasti tak bisa hidup. Alam sudah sedemikian memelihara dan merawat manusia namun manus...

Menghargai sgala yang ada

Pernahkah sobat mengalami kehilangan kunci kontak motor di saat mau bepergian? Sudah buru-buru hampir telat, eh pakai acara kunci ilang segala. Pasti kesel rasanya.. Atau pernahkah sobat kesulitan mencari barang-barang kecil di saat sangat dibutuhkan seperti gunting, kacamata, charger, dsb? Padahal di saat sedang tak dibutuhkan, bisa jadi mereka berserakan di meja atau di kolong tempat tidur. Bagi orang yang cuek, menyimpan dengan asal barang-barang yang baru saja selesai digunakan mungkin adalah hal biasa, bahkan tak jarang mereka membiarkannya tetap kotor. Maka tak heran, saat barang itu akan digunakan, mungkin sudah entah di mana keberadaannya. Atau mungkin sudah rusak karena berkarat sehingga tak bisa digunakan lagi. Padahal mungkin dulu barang itu dibeli dengan harga yang tidak murah. Bukankah sayang jika kemudian rusak tanpa digunakan? Sudah selayaknya kita memelihara dengan baik segala yang kita miliki, apapun itu. Begitu pula, syukuri dan peliharalah juga orang-orang di seki...

Melihat bukan dgn mata - Selamat Natal 251213

Pepatah yang mengatakan, " Don't judge a book by its cover " itu pada kenyataannya sungguh-sungguh benar. Soalnya buku kan memang tidak bisa dihakimi. Ya iyalah.. Hehehe. :p Kalau tidak salah, arti sebenarnya adalah jangan melihat sesuatu dari penampilan luarnya saja, karena itu bisa menipu. Lihatlah ke dalam, maka kita akan mengetahui bagaimana kualitas sesunggiuhnya. Sampul bisa saja membuat buku tampak seolah-olah menarik tetapi kualitas sebenarnya hanya bisa diketahui dengan membaca tulisan di dalamnya. Bukankah sering terjadi juga ibu-ibu membeli buah jeruk atau salak. Karena kulitnya bagus mulus, harga juga murah, maka setelah dicicip 1 buah rasanya ok, dibelinyalah langsung 2 kg. Setelah dibawa pulang dan dimakan, hmmmm...rasanya uasemm banget. Dan biasanya mereka akan mengungkapkan kekesalannya dengan mengatakan,"Hemm.. gur diapusi iki jenenge. Sesuk maneh ra usah tuku neng kana (cuma ditipu ni namanya. Besok-besok lagi ga usah ...

Disolusi - Absorbsi - Kebesaran Ilahi

Hari ini ada satu topik pembicaraan yang membuatku bertanya-tanya saat di kantor, yaitu tentang disolusi (kelarutan) obat dan kemampuannya untuk diserap tubuh. Sebagai pedoman umum, syarat suatu obat untuk bisa diserap tubuh adalah harus larut terlebih dahulu dalam cairan tubuh. Umumnya penyerapan terjadi di usus halus. Begitulah sedikit yang masih bisa kuingat dari dosen pengajar saat kuliah farmasi dulu. Nah, kebetulan ini ada satu senyawa obat yang kelarutannya sangat kecil atau bisa dibilang tidak larut dalam air, bahkan juga tidak larut dalam bermacam-macam pH saluran pencernaan. Jika mengikuti pedoman tadi, maka obat ini tidak akan larut di saluran pencernaan setelah diminum dan akibatnya obat juga tidak akan diserap. (note : larut tidak sama dengan hancur) Tetapi pada kenyataannya, obat ini bisa berada dalam darah orang yang meminumnya, alias obat ini ternyata diserap tubuh. Kenapa bisa begitu ya? Aku agak heran sambil menduga-duga, mungkin jonjot usus halus yang membantu pen...

Ibukota diplomasi ASEAN : Sebuah kebanggaan

 #daysforASEAN #day10 Jakarta adalah ibukota Republik Indonesia. Hampir semua orang tahu hal itu. Tetapi, tahukah Anda kalau S ekretariat ASEAN juga berada di Jakarta? Saya tidak sepenuhnya yakin kalau Anda mengetahuinya. Bagi yang belum mengetahui, markas Sekretariat ASEAN terletak di Jalan Sisingamangaraja 70 A, Jakarta Selatan.  (sumber : http://static.liputan6.com/201111/111119ckantor-asean.jpg) Indonesia memang menjadi salah satu negara yang mendirikan ASEAN di tahun 1967, tetapi pemilihan Jakarta sebagai markas Sekretariat ASEAN tentu bukan semata-mata karena itu. Sebagai negara yang berada di jalur lalu lintas perdagangan, letak Indonesia cukup strategis. Demikian pula fungsinya sebagai negara Sekretariat ASEAN. Kota Jakarta dipilih karena Jakarta merupakan ibukota Republik Indonesia yang mempunyai berbagai kemudahan akses yang diperlukan untuk segala urusan politik luar negeri. Keberadaa...

Menyatukan rakyat ASEAN, Sanggupkah?

Pada KTT ASEAN ke-21, para pemimpin negara anggota ASEAN telah berkomitmen membangun badan persatuan pada tahun 2015. Sebagai tindak lanjutnya, KTT ke-22 di Brunei Darussalam April 2013 lalu, mengangkat tema “Menyatukan Rakyat, Menciptakan Masa Depan” berfokus merundingkan mengenai pembangunan badan persatuan ASEAN. Tiga pilar Badan Persatuan ASEAN yang diusung dalam KTT yaitu Persatuan Keamanan, Persatuan Ekonomi dan Persatuan Sosial dan Kebudayaan. Lalu bagaimana caranya untuk mencapai tujuan pembangunan badan persatuan ASEAN ? Memang pembangunan di antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara masih agak timpang sehingga menimbulkan banyak kesulitan dan tantangan untuk menuju komunitas tunggal. Selain itu, kini sudah tidak banyak waktu yang tersisa menuju komunitas ASEAN 2015. Jadi menurut saya, yang menjadi kata kunci adalah “percepatan”. Percepatan seperti apa? Tentunya percepatan mengacu kepada tiga pilar badan persatuan ASEAN. Pilar yang pertama yaitu persat...