Langsung ke konten utama

Life is so short (1)

Jika masih punya 2 kaki dan 2 tangan, maka bersyukurlah karena di luar sana ada yang tak punya tangan dan kaki. Jika matamu bisa melihat, bersyukurlah karena di luar sana ada yang buta.
Jika hari ini kau merasa capek, bersyukurlah karena hari ini masih diberi kesempatan untuk masih bisa beraktivitas.

Jangan mengeluh jika di meja makan hanya ada nasi putih dan lauk seadanya, karena di luar sana masih banyak orang kelaparan dan tidak bisa makan.
Jangan mengeluh jika cucianmu hari ini banyak dan masih basah, karena itu artinya kau punya cukup banyak pakaian untuk dipakai.
Jangan mengeluh jika pekerjaanmu detil dan membosankan, karena sebenarnya masih banyak orang yang saat ini masih menganggur.
Jangan mengeluh jika malam ini kau bisa berteduh di bawah atap rumahmu, karena di luar sana masih banyak gelandangan yang tak punya rumah.

Jangan mengeluh jika apa yang orang lain lakukan tak sesuai dengan keinginanmu. Mungkin ia/mereka hanya ingin memberikan cinta dan perhatiannya tetapi dengan cara yang agak berbeda dengan apa yang kau harapkan.
Berterima kasih dan bersyukurlah karena ia/mereka mau melakukannya untukmu.

Jangan sampai terlambat untuk mengatakan sesuatu yang sebenarnya sangat ingin ia/mereka dengar darimu dan jangan sampai terlambat pula untuk mau mendengar apa yang ingin ia/mereka katakan. Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok. Bisa jadi apa yang kita jumpai hari ini, besok tiba-tiba sudah tak ada lagi. Maka gunakanlah waktumu sebaik-baiknya.

mengutip lirik salah satu lagunya Dream Theatre :

"... Life is too short.
The here and the now.
And you're only given one shot..."

"... Hidup itu begitu singkat.
Di sini dan saat ini.
Dan kau hanya diberikan satu kesempatan..."

#sent from @706

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ayo sembuh !! You'll never walk alone

Jaman dulu, banyak orang bilang tuberkulosis alias TB adalah penyakit keturunan, penyakit karena guna-guna/ sihir, dan bahkan tidak bisa disembuhkan. Karena penyakit ini mudah menular, maka dulu banyak orang yang mengasingkan penderita TB , memisahkan perangkat makan dan minumnya, bahkan berusaha untuk tidak bergaul dekat-dekat dengan mereka. Dengan kata lain, penderita TB dikucilkan dari keluarga dan dari komunitas. Sedih banget ya? Sudah sakit, eh malah ditinggalkan begitu saja. Coba bayangkan kalau kita sendiri yang mengalami diperlakukan begitu..pasti ga mau kan? Bakteri penyebab TB yaitu Mycobacterium tuberculosis alias si Myco, adalah bakteri yang bisa dibilang bandel. Kenapa? Karena bakteri ini tidak bisa dibasmi kalau hanya menggunakan obat-obat biasa saja. Hingga April 2014, setiap tahun masih ada 67.000 kasus meninggal karena TB , atau sekitar 186 orang perhari, demikian pernah diungkapkan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Ke...

Nada untuk Asa – Review

Kamis ini, saya diajak nobar sebuah film drama yang berjudul “Nada untuk Asa” di mall terbesar di area Cikarang :). Kami sampai di bioskop kira-kira pukul 19.45 karena mengira filmnya dimulai pukul 20.00, namun ternyata di tiket masuk studio 2, tertulis bahwa film baru akan diputar pukul 20.50. Yaaah..tahu gitu tadi ga usah buru-buru berangkat. Minimal bisa rebahan dulu lah sehabis kerja berat seharian ini (lebay.com). Film yang diangkat dari novel dengan judul yang sama karya Ita Sembiring ini, mengisahkan tentang perjuangan 2 wanita penderita HIV, yang berkeyakinan positif untuk tetap hidup di tengah pandangan negatif masyarakat, bahkan keluarganya sendiri. Berikut ini reviewnya. Cerita diawali dengan suatu siang yang cerah dalam acara pemakaman seorang laki-laki bernama Bobby. Bobby adalah seorang suami dari tokoh bernama Nada (diperankan Marsha Timothy), anak kedua dari 3 bersaudara yang seluruhnya perempuan. Sebelum meninggal, Bobby menderita penyakit kanker. Kar...

Oleh-oleh dari Cilincing

Sejujurnya, hari ini saya cuma ikutan alias jadi tim penggembira di tim survey ke Cilincing, Jakut. Cilincing? Ga salah itu tempatnya?? Ya, pokoknya sampe sana dulu lah.. Perjalanan ini dimulai dari Cikarang pukul 09.15, namun tim begitu baik hati sehingga ditambah 30 menit menjadi 09.45 :). Cuaca selama perjalanan agak gerimis, namun hal itu tidak terlalu masalah karena ternyata lalu lintas tidak macet. Kabar baik lainnya adalah perbekalan di dalam mobil tersedia dalam jumlah yang sangat cukup untuk kami :). Keluar tol Cilincing, kami menuju arah Merunda sambil mencari-cari jalan di sebelah kiri bernama “Kelapa dua” atau “Kelapa kembar”. Sudah hampir sampai ujung, kok nama jalannya ga ada? Masa iya nama jalannya ilang? Usut diusut, ternyata namanya bukan kelapa dua atau kelapa kembar, tetapi Cilincing Kelapa (beda nama dikit lah ya :p ). Setelah masuk ke jalan tersebut beberapa puluh meter, di sebelah kanan jalan ada papan nama bertuliskan “Atmabrata”. Itulah tempat...