Langsung ke konten utama

APAKAH KAMU BAHAGIA ?

Saya sangat yakin bahwa semua orang menginginkan dirinya bahagia. Begitu juga dengan saya dan Anda. Saya kira, Tuhan pun menginginkan kita demikian.

Lalu, apa yang sudah kita lakukan agar kita bahagia ? Sudahkan kita mendapatkannya ?

Tanpa disadari, kita seringkali menuntut terlalu banyak terhadap hidup. Biasanya kita mempunyai kriteria yang ketat terhadap hal-hal yang akan membuat kita bahagia. Cobalah renungkan pertanyaan ini :

- Apakah aku sudah bahagia setiap saat dalam hidupku ?

- Apakah orang lain harus melakukan sesuatu yang aku inginkan ?

- Apakah aku harus lebih berhasil daripada orang lain ?

-Apakah aku harus diakui dan dihargai atas segala sesuatu yang aku lakukan ?

Saat kriteria tersebut tidak tercapai, kita biasanya menjadi kecewa dan tidak bahagia.

Apakah Anda percaya, bahwa tidak ada satupun yang benar-benar bagus, cantik/tampan, menarik, penyayang, dan penuh perhatian sepanjang waktu. Kita tidak berada di dunia sandiwara yang segala sesuatunya bisa diatur dalam skenario yang kita buat. Popularitas dan daya tarik seperti yang dimiliki oleh para entertainerpun tidak menjamin adanya hubungan yang sempurna yang memberikan kebahagiaan.

Kebahagiaan akan menjadi sangat mudah untuk didapat saat kita mampu menemukannya justru dalam hal-hal kecil. Bukankah kebahagiaan sebenarnya tidak perlu dicari jauh-jauh ?

Untuk mencapai kebahagiaan, cara terbaik adalah dengan melihat ke dalam diri sendiri daripada bersandar pada orang lain atau dunia sekitar. Hal itu tidak dipengaruhi oleh keadaan eksternal. Orang yang bahagia mengatakan bahwa suasana hatinya selalu baik. Ia mempunyai sesuatu yang positif untuk dikatakan.

Setiap kali terjadi sesuatu, kita dapat memilih untuk menjadi korban atau memilih untuk belajar dari hal tersebut. Jika ada orang yang datang mengeluh, kita dapat menerima keluhannya dan menunjukkan sisi positifnya, bukan menimpali keluhan dengan sesuatu yang buruk. Memang tidak mudah. Ini adalah soal pilihan. Bagaimana kita memberikan respon terhadap berbagai situasi. Kita dapat memilih untuk berada dalam suasana hati yang baik atau buruk. Hal itu tergantung pada diri kita sendiri.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ayo sembuh !! You'll never walk alone

Jaman dulu, banyak orang bilang tuberkulosis alias TB adalah penyakit keturunan, penyakit karena guna-guna/ sihir, dan bahkan tidak bisa disembuhkan. Karena penyakit ini mudah menular, maka dulu banyak orang yang mengasingkan penderita TB , memisahkan perangkat makan dan minumnya, bahkan berusaha untuk tidak bergaul dekat-dekat dengan mereka. Dengan kata lain, penderita TB dikucilkan dari keluarga dan dari komunitas. Sedih banget ya? Sudah sakit, eh malah ditinggalkan begitu saja. Coba bayangkan kalau kita sendiri yang mengalami diperlakukan begitu..pasti ga mau kan? Bakteri penyebab TB yaitu Mycobacterium tuberculosis alias si Myco, adalah bakteri yang bisa dibilang bandel. Kenapa? Karena bakteri ini tidak bisa dibasmi kalau hanya menggunakan obat-obat biasa saja. Hingga April 2014, setiap tahun masih ada 67.000 kasus meninggal karena TB , atau sekitar 186 orang perhari, demikian pernah diungkapkan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Ke...

Nada untuk Asa – Review

Kamis ini, saya diajak nobar sebuah film drama yang berjudul “Nada untuk Asa” di mall terbesar di area Cikarang :). Kami sampai di bioskop kira-kira pukul 19.45 karena mengira filmnya dimulai pukul 20.00, namun ternyata di tiket masuk studio 2, tertulis bahwa film baru akan diputar pukul 20.50. Yaaah..tahu gitu tadi ga usah buru-buru berangkat. Minimal bisa rebahan dulu lah sehabis kerja berat seharian ini (lebay.com). Film yang diangkat dari novel dengan judul yang sama karya Ita Sembiring ini, mengisahkan tentang perjuangan 2 wanita penderita HIV, yang berkeyakinan positif untuk tetap hidup di tengah pandangan negatif masyarakat, bahkan keluarganya sendiri. Berikut ini reviewnya. Cerita diawali dengan suatu siang yang cerah dalam acara pemakaman seorang laki-laki bernama Bobby. Bobby adalah seorang suami dari tokoh bernama Nada (diperankan Marsha Timothy), anak kedua dari 3 bersaudara yang seluruhnya perempuan. Sebelum meninggal, Bobby menderita penyakit kanker. Kar...

Oleh-oleh dari Cilincing

Sejujurnya, hari ini saya cuma ikutan alias jadi tim penggembira di tim survey ke Cilincing, Jakut. Cilincing? Ga salah itu tempatnya?? Ya, pokoknya sampe sana dulu lah.. Perjalanan ini dimulai dari Cikarang pukul 09.15, namun tim begitu baik hati sehingga ditambah 30 menit menjadi 09.45 :). Cuaca selama perjalanan agak gerimis, namun hal itu tidak terlalu masalah karena ternyata lalu lintas tidak macet. Kabar baik lainnya adalah perbekalan di dalam mobil tersedia dalam jumlah yang sangat cukup untuk kami :). Keluar tol Cilincing, kami menuju arah Merunda sambil mencari-cari jalan di sebelah kiri bernama “Kelapa dua” atau “Kelapa kembar”. Sudah hampir sampai ujung, kok nama jalannya ga ada? Masa iya nama jalannya ilang? Usut diusut, ternyata namanya bukan kelapa dua atau kelapa kembar, tetapi Cilincing Kelapa (beda nama dikit lah ya :p ). Setelah masuk ke jalan tersebut beberapa puluh meter, di sebelah kanan jalan ada papan nama bertuliskan “Atmabrata”. Itulah tempat...