Langsung ke konten utama

MENGAPA SIKAP POSITIF ?

Masing-masing dari kita mempunyai kekuatan untuk memilih sikap positif daripada sikap negatif. Baik secara sadar maupun tidak, kita menentukan pilihan dalam seluruh hidup kita. Kita memutuskan kapan kita akan bangun pagi, apa yang akan kita makan, apa yang akan kita pakai, ke mana kita akan pergi, dsb. Memilih sikap secara bijaksana sangatlah penting karena menentukan bagaimana kita menanggapi/merespon berbagai hal yang akan kita hadapi. Kita dapat memilih sikap positif atau negatif. Kadangkala, tidak membuat pilihan adalah suatu keputusan yang buruk.

Seorang psikolog mengatakan bahwa seorang individu dengan sikap yang positif lebih sukses daripada orang berbakat namun mempunyai sikap pesimis atau negatif. Umumnya orang yang mempunyai sikap positif menikmati kesehatan yang lebih baik secara keseluruhan. Saat pikiran yang positif mempunyai kendali atas pikiran kita, maka tubuh kita juga akan memberikan respon demikian.

Pernahkah kita memperhatikan raut muka orang yang sedang malu atau sedih ? Muka akan terlihat merah saat kita merasa malu. Padahal kita tidak pernah mengendalikan darah kita agar bergerak lebih banyak ke daerah muka dan mengakibatkan muka terlihat merah. Saat sedih, kita juga tidak memberikan perintah agar air mata menetes, namun itulah yang terjadi. Semua itu adalah contoh pengaruh pikiran terhadap tubuh.

Sudahkan kita tersenyum hari ini ? Tindakan yang sangat sederhana ini dapat mengakibatkan otak memerintahkan pelepasan senyawa kimia yang membuat tubuh kita nyaman. Bahkan tindakan ini dapat membantu proses penyembuhan penyakit. Tertawa dapat menimbulkan efek seperti endorfin, yaitu penawar rasa sakit alamiah dalam tubuh. Tertawa dapat menaikkan tingkat daya tahan sel T terhadap infeksi, daya tahan protein gamma interferon terhadap penyakit, serta sel B yang berperan dalam menghasilkan antibodi.

Sikap positif membantu kita mendapatkan dan memelihara kepercayaan diri kita. Pernahkan Anda merasa sangat kecil dan tidak berarti dalam hidup, dalam pergaulan dengan teman-teman, atau siapapun itu. Merasa diri terlalu kecill, tidak pandai, tidak berpengalaman, merasa tidak lebih baik daripada siapapun. Padahal keadaan sebenarnya mungkin lebih baik daripada perasaan itu. Pemikiran-pemikiran seperti itu dapat muncul dari orang-orang di sekitar kita yang mungkin tidak menginginkan kita untuk berkembang, namun seringkali pemikiran tersebut malah berasal dari diri kita sendri. Dialog dalam batin kita bisa muncul sbb : aku aneh, terlalu rendah/tinggi, gagap, pemalu, tidak ada sesuatu yang istimewa dalam diri saya, saya tidak pantas, dsb. Dialog tersebut menyebabkan kita merasa minder.

Memang kita tidak bisa bagus dalam segala hal. Namun bukan berarti kita tidak dapat bersikap positif. Sikap positif dapat muncul dalam bentuk dorongan seperti,”Kamu sudah mencoba, dan aku bangga padamu, meskipun hasilnya belum sebaik yang lain. Tetapi aku yakin jika kita berusaha keras, suatu hari nanti kamu dapat mewujudkannya. Kamu dapat menjadi korban atau pemenan dengan mengambil sikap untuk bertindak. Kamu bisa mengatasinya”.

Tidak peduli apakah kita adalah anak kecil, remaja, suami/istri, kakek/nenek; kita dapat menemukan kekuatan untuk memilih jalan yang lebih baik. Kita dapat memilih dialog batin yang membangkitkan semangat dan memotivasi diri, atau kita dapat memilih dialog batin yang mempecundangi dan mengasihani diri sendiri. Masing-masing dari kita mengalami masa-masa sulit, sakit baik secara fisik maupun emosional, kesedihan, dan hal-hal lain yang terjadi di luar kendali kita. Marilah menyadari bahwa persoalannya bukanlah apa yang terjadi pada diri kita, melainkan bagaimana pilihan kita menanggapinya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ayo sembuh !! You'll never walk alone

Jaman dulu, banyak orang bilang tuberkulosis alias TB adalah penyakit keturunan, penyakit karena guna-guna/ sihir, dan bahkan tidak bisa disembuhkan. Karena penyakit ini mudah menular, maka dulu banyak orang yang mengasingkan penderita TB , memisahkan perangkat makan dan minumnya, bahkan berusaha untuk tidak bergaul dekat-dekat dengan mereka. Dengan kata lain, penderita TB dikucilkan dari keluarga dan dari komunitas. Sedih banget ya? Sudah sakit, eh malah ditinggalkan begitu saja. Coba bayangkan kalau kita sendiri yang mengalami diperlakukan begitu..pasti ga mau kan? Bakteri penyebab TB yaitu Mycobacterium tuberculosis alias si Myco, adalah bakteri yang bisa dibilang bandel. Kenapa? Karena bakteri ini tidak bisa dibasmi kalau hanya menggunakan obat-obat biasa saja. Hingga April 2014, setiap tahun masih ada 67.000 kasus meninggal karena TB , atau sekitar 186 orang perhari, demikian pernah diungkapkan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Ke...

Nada untuk Asa – Review

Kamis ini, saya diajak nobar sebuah film drama yang berjudul “Nada untuk Asa” di mall terbesar di area Cikarang :). Kami sampai di bioskop kira-kira pukul 19.45 karena mengira filmnya dimulai pukul 20.00, namun ternyata di tiket masuk studio 2, tertulis bahwa film baru akan diputar pukul 20.50. Yaaah..tahu gitu tadi ga usah buru-buru berangkat. Minimal bisa rebahan dulu lah sehabis kerja berat seharian ini (lebay.com). Film yang diangkat dari novel dengan judul yang sama karya Ita Sembiring ini, mengisahkan tentang perjuangan 2 wanita penderita HIV, yang berkeyakinan positif untuk tetap hidup di tengah pandangan negatif masyarakat, bahkan keluarganya sendiri. Berikut ini reviewnya. Cerita diawali dengan suatu siang yang cerah dalam acara pemakaman seorang laki-laki bernama Bobby. Bobby adalah seorang suami dari tokoh bernama Nada (diperankan Marsha Timothy), anak kedua dari 3 bersaudara yang seluruhnya perempuan. Sebelum meninggal, Bobby menderita penyakit kanker. Kar...

Oleh-oleh dari Cilincing

Sejujurnya, hari ini saya cuma ikutan alias jadi tim penggembira di tim survey ke Cilincing, Jakut. Cilincing? Ga salah itu tempatnya?? Ya, pokoknya sampe sana dulu lah.. Perjalanan ini dimulai dari Cikarang pukul 09.15, namun tim begitu baik hati sehingga ditambah 30 menit menjadi 09.45 :). Cuaca selama perjalanan agak gerimis, namun hal itu tidak terlalu masalah karena ternyata lalu lintas tidak macet. Kabar baik lainnya adalah perbekalan di dalam mobil tersedia dalam jumlah yang sangat cukup untuk kami :). Keluar tol Cilincing, kami menuju arah Merunda sambil mencari-cari jalan di sebelah kiri bernama “Kelapa dua” atau “Kelapa kembar”. Sudah hampir sampai ujung, kok nama jalannya ga ada? Masa iya nama jalannya ilang? Usut diusut, ternyata namanya bukan kelapa dua atau kelapa kembar, tetapi Cilincing Kelapa (beda nama dikit lah ya :p ). Setelah masuk ke jalan tersebut beberapa puluh meter, di sebelah kanan jalan ada papan nama bertuliskan “Atmabrata”. Itulah tempat...