Langsung ke konten utama

PIKIRKAN SEJENAK

Saya kira kita pernah bepergian atau melakukan suatu perjalanan yang cukup jauh dan lama (bukan untuk pindah tempat tinggal). Apa yang Anda persiapkan untuk bepergian ? Apakah Anda membawa semua barang ? Saya rasa Anda hanya akan membawa barang yang Anda butuhkan dan menyingkirkan barang-barang yang tidak diperlukan dari dalam tas. Untuk apa membawa barang yang sebenarnya tidak kita perlukan selama bepergian ? Hal itu hanya akan membuat bawaan kita semakin berat.

Kenyataan kehidupan yang sungguh tidak bisa dihindari adalah bahwa seringkali kita mendengar informasi yang buruk/negatif. Informasi yang buruk dapat mempengaruhi kita sehingga kita tidak lagi dapat mengendalikan pikiran dan sikap. Namun, kita tidak harus mencerna dan memasukkannya dalam ingatan kita. Peristiwa hidup yang menggugah, kesenangan, keberhasilan dalam pendidikan, kelulusan, persahabatan, kemenangan dapat kita catat dalam otak. Namun, peristiwa seperti kehilangan orang tercinta, kegagalan dalam pendidikan, tidak lulus, kekalahan, yang dapat menimbulkan perasaan sedih, menyesal, dan marah tidak harus kita catat dalam ingatan kita. Hal itu dapat menimbulkan penurunan mental, fisik, dan spiritual.

Seorang ibu atau orang tua kebanyakan akan menjadi jengkel jika anak-anak membiarkan mainannya berserakan, tidak disimpan kembali ke tempatnya, meskipun sudah berkali-kali diingatkan. Mereka bisa marah karena harus membereskan mainan-mainan, sementara mereka mempunyai pekerjaan yang harus diselesaikan. Apalagi akibat mainan yang berserakan itu mungkin orang/kendaraan menjadi kesulitan untuk masuk ke rumah. Namun, pernahkah terpikir untuk menikmati hal tersebut tanpa merasakannya sebagai sesuatu yang buruk ? Mungkin lebih baik mereka menikmatinya karena pada suatu saat, anak-anak akan pergi, entah sekolah, kuliah, bekerja, atau bahkan menikah sehingga harus tinggal di tempat lain. Pada saat itu mungkin orang tua akan merindukan anak-anak dan merasa harus membereskan kembali mainan yang berserakan, tapi tidak bisa.

Karena sebuah ejekan seorang teman, atau kata-kata yang menyakiti hati, seringkali hati kita menjadi dongkol dan marah. Makian pun keluar dari mulut kita. Bahkan, ada juga yang main tangan. Kita menjadi benci. Seberapa besar energi yang diboroskan untuk marah ?Percayakah Anda bahwa tindakan itu akan membuat segala sesuatu yang tadinya sudah direncanakan tidak akan berjalan seperti yang diinginkan, misalnya dalam menyampaikan presentasi.
Sebaiknya kita berhati-hati terhadap informasi atau sikap negatif yang masuk ke dalam otak. Seringkali sikap negatif dapat mengubah orang yang bersikap positif menjadi bersikap negatif.

Saat saya bepergian naik travel dari Jakarta-Yogya, ada seorang penumpang yang persis duduk di belakang saya. Penumpang itu adalah seorang ibu yang hendak mengikuti suatu meeting di suatu gedung pertemuan. Travel mengalami penundaan keberangkatan akibat menjemput penumpang yang agak jauh, maka kendaraan baru sampai di Yogya agak siang. Kendaraan mengantarkan penumpang yang paling dekat terlebih dahulu kemudian baru masuk daerah kota Yogya. Ibu yang sudah merasa terlambat meeting tersebut terus-menerus meminta kepada sopir untuk segera mengantarkannya ke tempat tujuan. "Ini saya sudah terlambat ! Cepat dong", katanya. "Ya, bu". Mobil terus melaju, namun ibu itu tak henti-hentinya mengomel. "Saya sudah sekian tahun naik travel, tapi belum pernah menemui travel yang seperti ini. Bagaimana mau jadi langganan !" Saya kira sopir juga sudah mulai panas hatinya. "Saya ini sudah 15 tahun jadi sopir dan belum pernah menemui penumpang seperti Ibu !", jawab sopir.

Betapa mudah sikap positif dipengaruhi oleh sikap negatif.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ayo sembuh !! You'll never walk alone

Jaman dulu, banyak orang bilang tuberkulosis alias TB adalah penyakit keturunan, penyakit karena guna-guna/ sihir, dan bahkan tidak bisa disembuhkan. Karena penyakit ini mudah menular, maka dulu banyak orang yang mengasingkan penderita TB , memisahkan perangkat makan dan minumnya, bahkan berusaha untuk tidak bergaul dekat-dekat dengan mereka. Dengan kata lain, penderita TB dikucilkan dari keluarga dan dari komunitas. Sedih banget ya? Sudah sakit, eh malah ditinggalkan begitu saja. Coba bayangkan kalau kita sendiri yang mengalami diperlakukan begitu..pasti ga mau kan? Bakteri penyebab TB yaitu Mycobacterium tuberculosis alias si Myco, adalah bakteri yang bisa dibilang bandel. Kenapa? Karena bakteri ini tidak bisa dibasmi kalau hanya menggunakan obat-obat biasa saja. Hingga April 2014, setiap tahun masih ada 67.000 kasus meninggal karena TB , atau sekitar 186 orang perhari, demikian pernah diungkapkan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Ke...

Nada untuk Asa – Review

Kamis ini, saya diajak nobar sebuah film drama yang berjudul “Nada untuk Asa” di mall terbesar di area Cikarang :). Kami sampai di bioskop kira-kira pukul 19.45 karena mengira filmnya dimulai pukul 20.00, namun ternyata di tiket masuk studio 2, tertulis bahwa film baru akan diputar pukul 20.50. Yaaah..tahu gitu tadi ga usah buru-buru berangkat. Minimal bisa rebahan dulu lah sehabis kerja berat seharian ini (lebay.com). Film yang diangkat dari novel dengan judul yang sama karya Ita Sembiring ini, mengisahkan tentang perjuangan 2 wanita penderita HIV, yang berkeyakinan positif untuk tetap hidup di tengah pandangan negatif masyarakat, bahkan keluarganya sendiri. Berikut ini reviewnya. Cerita diawali dengan suatu siang yang cerah dalam acara pemakaman seorang laki-laki bernama Bobby. Bobby adalah seorang suami dari tokoh bernama Nada (diperankan Marsha Timothy), anak kedua dari 3 bersaudara yang seluruhnya perempuan. Sebelum meninggal, Bobby menderita penyakit kanker. Kar...

Oleh-oleh dari Cilincing

Sejujurnya, hari ini saya cuma ikutan alias jadi tim penggembira di tim survey ke Cilincing, Jakut. Cilincing? Ga salah itu tempatnya?? Ya, pokoknya sampe sana dulu lah.. Perjalanan ini dimulai dari Cikarang pukul 09.15, namun tim begitu baik hati sehingga ditambah 30 menit menjadi 09.45 :). Cuaca selama perjalanan agak gerimis, namun hal itu tidak terlalu masalah karena ternyata lalu lintas tidak macet. Kabar baik lainnya adalah perbekalan di dalam mobil tersedia dalam jumlah yang sangat cukup untuk kami :). Keluar tol Cilincing, kami menuju arah Merunda sambil mencari-cari jalan di sebelah kiri bernama “Kelapa dua” atau “Kelapa kembar”. Sudah hampir sampai ujung, kok nama jalannya ga ada? Masa iya nama jalannya ilang? Usut diusut, ternyata namanya bukan kelapa dua atau kelapa kembar, tetapi Cilincing Kelapa (beda nama dikit lah ya :p ). Setelah masuk ke jalan tersebut beberapa puluh meter, di sebelah kanan jalan ada papan nama bertuliskan “Atmabrata”. Itulah tempat...