Langsung ke konten utama

REPROGRAM

Banyak hal yang dapat mempengaruhi pikiran dan tindakan kita. Perubahan masa/jaman sungguh mempunyai pengaruh yang begitu besar bagi kita. Pada mulanya, harus ada kuda jika kita ingin melakukan perjalanan, namun kini mesin telah banyak menggantikan kuda-kuda itu. Mulanya dengan surat, kini sudah ada email, SMS/MMS, handphone, dsb. Dulu, untuk bisa mendapatkan hiburan, orang harus menunggu hingga ada pertunjukan layar tancap atau hiburan rakyat lainnya, namun sekarang hampir tiap rumah sudah bisa menikmati layar kaca yang menyajikan hiburan setiap hari. Semua terasa semakin mudah.



Meskipun hal tersebut memudahkan dan mengenakkan, sebaiknya kita tetap hati-hati sebab hal tersebut mempunyai pengaruh yang demikian besar dan hal tersebut dapat memprogram diri kita. Sebagai contoh, dengan beragam tayangan kekerasan di televisi saat ini, bukan merupakan sesuatu yang aneh bahwa kejahatan dan kekerasan menjadi lebih tinggi daripada sebelumnya.

Pikiran bawah sadar dapat terprogram melalui tayangan dan kejadian sehari-hari, baik yang positif maupun negatif. Biasanya, pikiran bawah sadar lebih responsif terhadap segala sesuatu yang dilihat/didengarkan beberapa saat sebelum tidur di malam hari. Program televisi yang ditonton sebelum tidur dapat mempengaruhi pikiran, baik secara positif maupun negatif. Film horor atau berita kekerasan/pembunuhan dapat membuat tidur menjadi kurang nyaman bahkan kita dapat terbangun dengan pikiran yang kacau. Mungkin ada baiknya kita melakukan sesuatu/mengisinya dengan pandangan yang positif yang dapat membesarkan hati sebelum kita tidur.

Selain televisi, hal yang mempengaruhi pikiran dan tindakan adalah orang lain dan Anda sendiri. Apa yang dikatakan dan dilakukan orang lain dan diri kita dapat mempengaruhi pemikiran batin dan sikap kita. Apa yang kita katakan juga dapat mencerminkan apa yang sudah ada dalam hati dan keyakinan kita. Hal tersebut memprogram pikiran bawah sadar kita. Mungkin benar kata ungkapan, ”Anda adalah apa yang Anda makan”, yaitu bahwa kita akan bertumbuh dan berkembang sesuai dengan segala sesuatu yang masuk ke dalam diri kita. Sebaiknya kita hati-hati terhadap perkataan dan tindakan yang akan memprogram kita ke hal-hal yang negatif.

Marilah tetap positif dengan memprogram kembali diri kita dengan segala sesuatu yang positif. Kita dapat membaca dan berfokus pada pesan-pesan visual yang positif, kutipan, poster, dsb. Letakkan itu di sekitar kita untuk membantu memberikan penguatan yang positif secara terus-menerus.

Komentar

Anonim mengatakan…
Yup...
mudah mengatakan HIDUP itu haruslah positif...
memang byk hal di luar sana ga bs kita kendalikan,
sekalipun kita telah berada pada alur yg tepat.. menurut kita...
tapi, hal tersulit adalah ketika kita menemuakan dual pribadi yg muncul dari diri kita sendiri..
yg terkadang, menentukan positif atau tidaknya langkah kita..
kenali diri,
maka semua hal yg berubah di luar sana akan tetap memperoleh respon yg sama dari diri kita..


-sesuatu yg tidak pernah berubah adalah perubahan itu sendiri-

Postingan populer dari blog ini

Ayo sembuh !! You'll never walk alone

Jaman dulu, banyak orang bilang tuberkulosis alias TB adalah penyakit keturunan, penyakit karena guna-guna/ sihir, dan bahkan tidak bisa disembuhkan. Karena penyakit ini mudah menular, maka dulu banyak orang yang mengasingkan penderita TB , memisahkan perangkat makan dan minumnya, bahkan berusaha untuk tidak bergaul dekat-dekat dengan mereka. Dengan kata lain, penderita TB dikucilkan dari keluarga dan dari komunitas. Sedih banget ya? Sudah sakit, eh malah ditinggalkan begitu saja. Coba bayangkan kalau kita sendiri yang mengalami diperlakukan begitu..pasti ga mau kan? Bakteri penyebab TB yaitu Mycobacterium tuberculosis alias si Myco, adalah bakteri yang bisa dibilang bandel. Kenapa? Karena bakteri ini tidak bisa dibasmi kalau hanya menggunakan obat-obat biasa saja. Hingga April 2014, setiap tahun masih ada 67.000 kasus meninggal karena TB , atau sekitar 186 orang perhari, demikian pernah diungkapkan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Ke...

Nada untuk Asa – Review

Kamis ini, saya diajak nobar sebuah film drama yang berjudul “Nada untuk Asa” di mall terbesar di area Cikarang :). Kami sampai di bioskop kira-kira pukul 19.45 karena mengira filmnya dimulai pukul 20.00, namun ternyata di tiket masuk studio 2, tertulis bahwa film baru akan diputar pukul 20.50. Yaaah..tahu gitu tadi ga usah buru-buru berangkat. Minimal bisa rebahan dulu lah sehabis kerja berat seharian ini (lebay.com). Film yang diangkat dari novel dengan judul yang sama karya Ita Sembiring ini, mengisahkan tentang perjuangan 2 wanita penderita HIV, yang berkeyakinan positif untuk tetap hidup di tengah pandangan negatif masyarakat, bahkan keluarganya sendiri. Berikut ini reviewnya. Cerita diawali dengan suatu siang yang cerah dalam acara pemakaman seorang laki-laki bernama Bobby. Bobby adalah seorang suami dari tokoh bernama Nada (diperankan Marsha Timothy), anak kedua dari 3 bersaudara yang seluruhnya perempuan. Sebelum meninggal, Bobby menderita penyakit kanker. Kar...

Oleh-oleh dari Cilincing

Sejujurnya, hari ini saya cuma ikutan alias jadi tim penggembira di tim survey ke Cilincing, Jakut. Cilincing? Ga salah itu tempatnya?? Ya, pokoknya sampe sana dulu lah.. Perjalanan ini dimulai dari Cikarang pukul 09.15, namun tim begitu baik hati sehingga ditambah 30 menit menjadi 09.45 :). Cuaca selama perjalanan agak gerimis, namun hal itu tidak terlalu masalah karena ternyata lalu lintas tidak macet. Kabar baik lainnya adalah perbekalan di dalam mobil tersedia dalam jumlah yang sangat cukup untuk kami :). Keluar tol Cilincing, kami menuju arah Merunda sambil mencari-cari jalan di sebelah kiri bernama “Kelapa dua” atau “Kelapa kembar”. Sudah hampir sampai ujung, kok nama jalannya ga ada? Masa iya nama jalannya ilang? Usut diusut, ternyata namanya bukan kelapa dua atau kelapa kembar, tetapi Cilincing Kelapa (beda nama dikit lah ya :p ). Setelah masuk ke jalan tersebut beberapa puluh meter, di sebelah kanan jalan ada papan nama bertuliskan “Atmabrata”. Itulah tempat...