Langsung ke konten utama

Postingan

Korek api: Berkepala tapi tidak berotak

Hai sobat sekalian, apa kalian tahu korek api seperti di gambar? Buat kalian generasi yang lahir sebelum tahun 80an  pasti tahu. Tapi bagi  generasi milenial, mungkin banyak yang tidak tahu.  Sekedar info saja, korek api batang ini biasanya dijual dalam wadah kotak berukuran sekitar 2 x 3 cm, dan berisi batang-batang kayu kecil yang ada pentolan di salah satu ujungnya. Sisi kanan kiri wadah terdapat lapisan kasar untuk menyalakan batang korek. Cara menyalakannya dengan cara menggesekkan  pentolan batang korek ke lapisan kasar tadi. Begitu digesekkan ke lapisan kasar, akan muncul nyala api di  pentolan batang korek (dengan catatan batang dan lapisan kasar tidak basah atau lembab). Sekarang coba lihat lebih seksama batang korek tadi. Batang korek bisa kita anggap sebagai badan, sedangkan bagian pentolan bisa disebut kepala. Mirip-mirip dengan manusia lah, ada badan dan ada kepala. Miripbagian pentolan seperti manusia, Badannya cukup kuat untuk menopang ba...

Final bulutangkis Asian Games 2018 – tanpa tagar politik

Salah satu daya tarik Asian Games 2018, selain opening/closing ceremony nya adalah gelaran pertandingan olahraga bulutangkis. Tidak bisa dipungkiri bahwa animo masyarakat Indonesia untuk ikut menyaksikan pertandingan bulutangkis sangat besar. Hal ini terlihat dari ludesnya tiket untuk menyaksikan final bulutangkis, baik yang dijual online maupun offline. Ketika para wakil cabang olahraga bulu tangkis Indonesia berjuang di lapangan, masyarakat yang tidak kebagian tiket, rela beramai-ramai nonton bareng di layar lebar yang disediakan di luar Istora, tempat pertandingan dihelat. Penonton yang di rumah juga turut menyaksikan pertandingan di layar televisi. Selain itu, kalau kita cermat mendengarkan, hampir di setiap pertandingan bulu tangkis yang disiarkan di televisi, komentator sering sekali menyebut, masyarakat Indonesia di daerah-daerah, membuat acara khusus nonton bareng untuk mendukung wakil cabang bulu tangkis Indonesia. Luar biasa sekali suporter Indonesia. Mirip...

Nonton Somnus

Tadi malam, saya nonton sebuah film yang dulu pernah saya download di hp Lenovo A6010 tapi belum sempat saya tonton karena sibuknya agenda . Awal film menampilkan adegan pendahuluan di sebuah stasiun pemberhentian kereta di London, di mana ada 2 orang sedang bercakap-cakap. Ketika kereta api datang, salah seorang dari mereka naik dan segera mencari tempat duduk. Di saat duduk itu, ia merogoh bungkusan plastic pemberian sahabatnya dari dalam setelannya. Dengan penuh keingintahuan, dibukanya bungkusan itu. Didapatinya sebuah buku catatan disertai sebuah surat yang berbicara kepadanya bahwa ia harus menyimpan buku jurnal penelitian itu dengan baik, agar tidak jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab. Adegan lalu ditampilkan fade out, dilanjutkan dengan munculnya teks bertuliskan “Somnus” diiringi dengan sebuah sound track. Ketika perlahan teks berlatar langit malam itu meredup, sound track tetap terdengar, tetapi hingga kurang lebih 20 detik sesudah itu layar tetap gelap. S...

Cara cetak boarding pass dan naik kereta

Cara cetak boarding pass dan naik kereta : Cari mesin cetak boarding pass di stasiun keberangkatan, sesuai yang tertulis di tiket/kode booking. Masukkan kode booking yang tertulis di tiket pada mesin tiket, lalu pilih cari. (ada mesin dengan touchscreen, ada juga yang masih dengan keyboard). Akan muncul nama penumpang, pilih print. Jika 1 kode booking terdiri dari 2 penumpang atau lebih, print boarding pass satu per satu. Simpan boarding pass, lalu tunjukkan kepada petugas saat melewati pintu/jalur ke ruang tunggu, disertai kartu identitas (KTP/SIM/Kartu Pelajar/ fotokopi KK). Simpan baik-baik boarding pass hingga sampai di stasiun tujuan. Jika ada pemeriksaan boarding pass oleh petugas, tunjukkan boarding pass tersebut.

Malu aku malu, pada semut merah

Pernahkah kalian mengalami atau setidaknya mengamati persiapan penyambutan orang "penting" seperti bos besar, menteri, atau presiden (yang mengundang biasanya kantor ya. Kalau saya mah apa atuh). Atau tidak usah orang besar deh. Bisa juga acara yang mengundang tetangga atau pengurus desa ke rumah. Biasanya, persiapan dilakukan dengan cermat. Ibu-ibu akan menggunakan ilmu ekonominya dengan sebaik-baiknya, agar bisa menyuguhkan yang paling baik untuk tamu. Kalau perlu, minta tolong ke suami untuk mengecat ulang rumah supaya terlihat kinclong. Pokoknya bisa menyediakan yang terbaik untuk tamu. Kalau tamunya cocok dengan penyambutan dan jamuannya, maka tidak akan ada komentar negatif. Semuanya beres, tuan rumah lega. Tetapi bagaimana kalau tuan rumah sudah berupaya mengusahakan yang terbaik (sesuai tingkat ekonominya), tetapi tamu merasa agak kurang "sreg"? Umumnya, tuan rumah bisa merasakan hal itu, sehingga akan menyatakan permohonan maaf jika ada yan...

Hukum Stokes dan air hujan

Beberapa minggu terakhir ini cuaca di Cikarang berubah-ubah. Sebentar cerah menyengat, sebentar kemudian hujan amat deras. Bahkan jembatan di Cikarang Baru yang perbaikannya sudah hampir 90% selesai, juga sempat terendam air beberapa waktu lalu. Kegalauan cuaca ini juga menyebabkan kondisi tubuh lebih rentan. Munculnya penderita flu, meriang (merindukan kasih sayang #eh) pun sedang berada pada grafik naik. *Buat yang sedang sakit, ayo banyak makan yang sehat dan istirahat yang cukup ya, biar cepat sembuh. Rabu kemarin saya mudik ke Green land alias Ngijoreja, sebuah kampung kecil di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (baca : Gunungkidul). Hari pertama sore hari langsung disambut hujan sangat deras. Saking derasnya, lokasi bekas penambangan batu kapur di dekat rumah simbah penuh air dan keruh. Saya jadi teringat dulu waktu masih kecil, saya sering bermain air bersama sahabat masa kecil di lokasi yang serupa. Kalau sehabis hujan, kedalaman air yang sebenarnya, tidak kelihatan ka...

Memupus "jarak" - 17 Agustus 2015

Sejak hari Minggu kemarin, teman-teman di media sosial banyak yang update status, pasang profil picture/ display picture bertemakan 70 tahun Indonesia Merdeka. Bahkan tidak sedikit juga yang share kegiatan di RT atau kompleks perumahannya. Ada yang menang juara lomba kerupuk, ada yang ikut pertandingan sepak bola sarung, panjat pinang, dll. Gara-gara itu juga, latihan nyanyi yang sebenarnya dijadwalkan hari Minggu, terpaksa ditunda dulu. Eh, kenapa malah jadi curcol ya? :d Oke, cukup, lupakan saja bagian terakhirnya. Ngomong-ngomong soal berbagi momen seperti di HUT RI ini, gadget menjadi barang wajib untuk dibawa kemana-mana. Bahkan mungkin bisa ngalah-ngalahin dompet (ya kali ya). Memang sih, tidak bisa dipungkiri, majunya teknologi membawa banyak perubahan yang memudahkan hidup sehari-hari. Dulu kalau ada saudara hidup di rantau,  media komunikasi yang paling banter menurut saya ya sepucuk surat yang dikirim lewat pos pake perangko. Suratnya dikirim kapan, sampainya kapan. ...